KAREBAKALTIM.com, Bontang – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam meningkatkan keselamatan dan penanganan bencana, khususnya kebakaran, dipertegas dengan penambahan pos dan optimalisasi jumlah personel. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang kini telah memiliki lima pos siaga yang tersebar strategis di wilayah kota.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengungkapkan total kekuatan personel yang dimiliki pihaknya mencapai angka 448 petugas, yang terbagi dalam berbagai kategori. Rincian data menunjukkan bahwa kelompok inti Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan berjumlah 190personel, ditopang oleh staf dan tenaga non-ASN lainnya.
“Saat ini, total seluruh petugas kita adalah 448 orang. Kelompok Pemadam Kebakaran sendiri berjumlah 190 personel, termasuk 78 petugas jaga Mako dan sisanya dibagi di pos-pos. Sementara untuk Petugas Penyelamatan, kita punya 34 orang yang terbagi untuk tim Rescue dan Medis,” jelas Amiluddin, merujuk pada data rekapitulasi personel.
Amiluddin memaparkan, guna mempercepat respons dan efektivitas penanganan, Disdamkartan Bontang telah mendirikan empat pos operasional di luar Markas Komando (Mako). Keempat pos tersebut berada di Loktuan, Bontang Barat, Bontang Lestari, dan Berbas.
“Sekarang kita ada pos, empat pos di luar Mako. Jadi total ada lima titik siaga. Keempat pos ini sangat penting untuk menjangkau wilayah dengan cepat,” terangnya.
Untuk pembagian personel pemadam kebakaran di setiap pos, Amiluddin menyebutkan setiap pos diisi oleh 28 personel yang bertugas secara bergantian per shift.
“Pos-pos itu masing-masing 28 orang, kecuali di Mako. Di Mako sendiri, untuk satu shift saja ada 14 orang. Jadi 14 dikali 4 shift,” rinci Amiluddin.
Penempatan personel lebih banyak di Mako adalah untuk memberi backup dan mengoperasikan armada besar yang sebagian besar dipusatkan di sana.
Selain personel, distribusi armada pemadam juga telah diatur untuk memaksimalkan cakupan wilayah. Amiluddin merinci penempatan armada sebagai berikut:
• Pos Berbas: 1 Unit Pemadam
• Pos Bontang Barat: 1 Unit Pemadam
• Pos Loktuan: 1 Unit Pemadam
• Pos Bontang Lestari: 2 Unit (1 Unit Pemadam, 1 Unit Water Supply)
• Mako: Pusat Armada Backup
“Semua di pos adalah unit fire (pemadam), Pak ya. Kecuali di Bontang Lestari, yang mendapat dua unit. Satu unit pemadam, dan satu unit water supply,” tegasnya.
Kehadiran pos-pos ini dinilai sangat efektif untuk menjangkau seluruh wilayah Bontang. Amiluddin menjelaskan, mekanisme penanganan awal bencana akan selalu melibatkan pos yang lokasinya paling dekat dengan titik kejadian.
“Alhamdulillah, kehadiran pos-pos ini cukup efektif untuk menjangkau wilayah Bontang. Ketika terjadi kebakaran, misalnya di Berbas, yang menangani awal adalah Pos Berbas. Ini adalah pos yang terdekat untuk melakukan penanganan awal,” ujarnya.
Mako akan mengambil peran sebagai tim pemantau. Jika pos terdekat melaporkan butuh bantuan karena situasi di lapangan membutuhkan personel dan armada tambahan, barulah Mako akan turun tangan memberikan backup.
“Kalau mereka mengatakan bahwa kami bisa menangani, ya sudah, kami tidak perlu ke sana. Tapi kalau daerah yang belum ada posnya, kita tetap ambil yang terdekat. Prinsipnya, kita tetap ambil yang terdekat,” tutup Amiluddin. (Adv)




