Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat dipimpin oleh Sekretaris 1 Meydy DS Malonda mengadakan kunjungan ke Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.
Kedatangan rombongan TP PKK Pusat disambut oleh Pj Ketua TP PKK Kaltim yaitu dr Yulia Zubir Akmal beserta Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda bernama Hj Herli Warsita Rusmadi.
Kunjungan TP PKK Pusat ke Kaltim tersebut dalam rangka untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pada 10 Program Pokok PKK.
Acara ini digelar di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim.
Pj Ketua PKK Kaltim dr Yulia Zubir mengucapkan selamat datang serta ucapan terimakasih atas kunjungan TP PKK Pusat ke Kaltim untuk melaksanakan Monev, sekaligus juga menyampaikan program kerja PKK tahun 2024.
“Kehadiran TP PKK Pusat menjadi suplemen tersendiri bagi kami di daerah. Tentu arahan dan bimbingannya sangat diharapkan agar gerak TP PKK Kaltim lebih optimal dalam mengimplementasikan program-program kerja PKK,” tuturnya.
Istri Pj Gubernur Akmal Malik ini juga memberikan apresiasinya kepada semua pengurus TP PKK Kaltim maupun kabupaten/kota untuk memberikan dukungan untuk dirinya, dan sinergi yang selama ini terbangun.
“Saya bersyukur berkat dukungan pengurus provinsi dan sinergi kabupaten dan kota, program kerja di daerah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sekretaris 1 Meydy DS Malonda menyampaikan terimakasih kepada Ketua TP PKK Kaltim dan Kota Samarinda dan juga jajaran yang sudah menyambut mereka dengan penuh keramahan bahkan disediakan menu masakan khas lokal.
“Tadi kami sudah mencicipi masakannya dan menikmati sajian makan siang. Alhamdulillah, sebenarnya kami menjadwalkan dalam kegiatan ini adalah silaturahim Tim Penggerak PKK Pusat dengan daerah,” ungkapnya.
Di wilayah Kaltim, difokuskan pada Pokja 1 dan Pokja 2.
Di pertemuan ini lebih membahas tentang bertukar informasi (sharing), mengingat pusat yang membuat ketentuan (aturan) serta diberlakukan di daerah.
“Itu kalau top down. Tapi, kalau button up itu sangat diperlukan masukan dari bapak ibu yang di daerah sebab lebih paham, karena mengimplementasikan dan pusat perlu masukannya,” ujarnya.
(Eny/Advertorial/Diskominfo Kaltim)
