KAREBAKALTIM.com, Penajam Paser Utara – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU). Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Paser memastikan isi dapur masyarakat aman terkendali menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, sehingga tak perlu panic buying.
Bulog saat ini menyiagakan cadangan 2.000 ton beras yang siap membanjiri pasar jika terjadi lonjakan permintaan.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat bisa merayakan Lebaran tanpa pusing memikirkan kelangkaan bahan pokok.
Kepala Kantor Bulog Cabang Paser, Muhammad Mukhlis, menegaskan stok yang ada saat ini sudah lebih dari cukup untuk mencakup dua kabupaten sekaligus.
Menariknya, pasokan beras kali ini didukung kuat oleh hasil keringat petani lokal melalui skema penyerapan gabah daerah.
“Jadi untuk beras aman saja stoknya sampai jelang lebaran nanti,” ucap Mukhlis, Jumat (6/3).
Berikut adalah rincian amunisi pangan di gudang Bulog Paser jelang Idulfitri. Yakni beras 2.000 ton, Minyakita 90 ribu liter dan daging 3 ton, serta gula pasir akan dilakukan proses penambahan hingga volumenya mencapai 30 ton.
Selain memastikan barang tersedia, Bulog juga menjaga agar harga di tingkat pengecer tidak melambung tinggi. Masyarakat diimbau untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak perlu melakukan aksi borong (panic buying).
“Menjelang Lebaran permintaan pasti tinggi. Kami sudah antisipasi dengan menambah pasokan. Untuk beras, kami jamin tidak akan kurang,” ujar Mukhlis, Jumat (6/2/2026).
Bagi warga yang ingin berbelanja, berikut adalah acuan harga resmi (HET) komoditas Bulog, yakni Beras SPHP Rp65.500 per kemasan 5 kg, Minyakita Rp15.700 per liter, dan gula pasir
Rp17.500 per kilogram.
Kunci ketahanan pangan di Paser dan PPU tahun ini terletak pada kemandirian. Dengan mengandalkan penyerapan gabah lokal, Bulog tidak hanya mengamankan stok untuk konsumen, tetapi juga membantu menjaga kesejahteraan petani di wilayah Kalimantan Timur saat masa panen tiba.
“Kami juga menyerap gabah petani baik dari PPU dan Paser. Sehingga stok beras selalu aman,” tutupnya. (Bey)



