KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang kembali menunjukkan kesiapsiagaan dalam menangani insiden penyelamatan satwa liar. Selama September 2025, Disdamkartan mengevakuasi satu ekor buaya yang masuk ke kawasan permukiman warga di Jalan Kebun Salak, Kelurahan Guntung.
Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa, 2 September 2025, sekitar pukul 22.04 Wita. Warga yang mengetahui keberadaan buaya di sekitar permukiman segera melaporkan ke petugas, lantaran khawatir keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar. Meski demikian, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan evakuasi satwa liar seperti buaya membutuhkan kehati-hatian dan peralatan khusus. Menurutnya, buaya merupakan satwa predator yang berbahaya, sehingga setiap proses penyelamatan harus mengutamakan keselamatan petugas dan warga.
“Begitu laporan masuk, tim segera bergerak ke lokasi. Penanganan dilakukan secara terukur karena buaya sangat berisiko jika tidak ditangani dengan prosedur yang tepat,” ujar Amiluddin, Jumat (24/10/2025).
Dalam operasi tersebut, Disdamkartan mengerahkan 13 personel dan dua unit armada rescue. Proses evakuasi berlangsung selama sekitar 46 menit, hingga akhirnya buaya berhasil diamankan tanpa menimbulkan kerugian materi maupun korban. Setelah berhasil dievakuasi, satwa tersebut kemudian diamankan untuk diserahkan kepada pihak berwenang yang menangani konservasi dan pengamanan satwa liar.
Amiluddin juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri jika menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan sekitar. Menurutnya, upaya penanganan secara mandiri justru dapat memicu risiko serangan yang lebih besar.
“Kami minta warga tetap tenang, menjauh dari lokasi, dan segera melapor ke Disdamkartan. Tim kami siap membantu dengan peralatan dan personel yang memadai,” tegasnya.
Dengan keberhasilan evakuasi buaya ini, Disdamkartan Bontang menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap kondisi darurat, tidak hanya kebakaran, tetapi juga penyelamatan satwa liar yang berpotensi mengancam keselamatan warga. Hingga akhir September 2025, kesiapsiagaan petugas terus ditingkatkan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat Kota Bontang




