KAREBAKALTIM.com, Bontang – Sepanjang Oktober 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang tidak hanya disibukkan dengan penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai insiden nonkebakaran. Salah satunya adalah evakuasi kendaraan warga yang mengalami kondisi darurat akibat tanah ambles.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan sepanjang Oktober pihaknya berhasil menangani tiga evakuasi mobil ambles di sejumlah titik wilayah Kota Bontang.
“Tercatat ada tiga kendaraan yang kami evakuasi selama Oktober ini. Lokasinya di Gang Keladi Kelurahan Gunung Elai, Jalan KS Tubun depan Stadion Bessai Berinta, serta Jalan Kerikil Kelurahan Bontang Baru,” ungkap Amiluddin, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, peristiwa tersebut banyak dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat intensitas hujan yang tinggi, khususnya di lokasi yang mengalami penurunan struktur tanah atau saluran air yang tidak stabil.
Dalam setiap penanganan, Disdamkartan Bontang mengerahkan 4 hingga 11 personel dengan dukungan satu unit kendaraan operasional. Durasi penanganan tergolong relatif cepat, dengan waktu tercepat sekitar 45 menit dan terlama 55 menit.
“Penanganan mobil ambles memang membutuhkan ketelitian. Kami harus memastikan kendaraan tidak semakin rusak, sekaligus menjaga keamanan di sekitar lokasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa seperti ini berpotensi menyebabkan kerugian material dan kemacetan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
“Kehadiran kami di lapangan juga untuk mengamankan area agar tidak membahayakan warga,” ujarnya.
Amiluddin mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat parkir kendaraan di musim hujan. “Perhatikan kondisi tanah. Jika terlihat ada retakan atau amblas, sebaiknya hindari parkir di lokasi tersebut,” pesannya.
Disdamkartan Bontang menegaskan kesiapsiagaan 24 jam dalam melayani laporan masyarakat, baik kebakaran maupun penyelamatan lainnya. “Keselamatan warga menjadi prioritas kami,” pungkasnya. (Adv)




