25.4 C
Bontang
Selasa, Juli 16, 2024
spot_img

Pengabdian 35 Tahun AKP Suyono, Bangga Mengakhiri Masa Jabatannya di Kota Bontang

KAREBAKALTIM.com ? Pak Yono, begitu sapaan akrab pria ramah senyum yang dikenal kolega dan awak media ini. Genap 35 tahun, Ajun Komirasi Polisi (AKP) Suyono menuntaskan pengabdian bersama institusi Polri.

Senin 28 Februari 2022, bertepatan dengan peringatan Isra Miraj, Suyono resmi menanggalkan tanda pangkatnya usai memasuki masa pensiun. Jabatan terakhirnya Kasi Humas Polres Bontang yang diemban sejak 2 Maret 2016. Mengawali perbincangan di akhir masa karirnya, Pak Yono berkelakar bilang, ?gak kepikiran (jadi polisi), sebenarnya cita-cita dulu itu jadi guru.?

Mau Jadi Guru Olahraga, Terjebak di Pendidikan Polisi

Usai lulus SMA, Suyono memutuskan berkuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP PGRI) Kediri, Jawa Timur. Ia diterima di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK). Baru menjalani semester 3, ia mendapat informasi pendaftaran anggota Polri. Berbekal restu orangtua, ia mendaftar ke Panitia Daerah Polda Jawa Timur di Surabaya.

Tahapan demi tahapan ia jalani. Mulai melengkapi persyaratan, tes parade, Tes Kesehatan Jasmani, wawancara hingga Tes Mental Ideologi (MI). Semua ia jalani bermodalkan semangat, ikhtiar dan doa yang selalu dipanjatkan dalam salat ditambah doa orangtua.

“Alhamdulillah saat itu hasilnya dinyatakan lulus,” ujarnya.

Dalam proses menjadi anggota Polri ia diharuskan mengikuti pendidikan. Saat itulah Suyono memutuskan untuk berhenti Kuliah dan mengikuti Pendidikan Kepolisian di Sekolah Bintara Militer Sukarela Polri (Seba Milsuk Polri) di Mojokerto Jawa Timur selama 9 bulan. Setelah lulus pendidikan di tahun 1986 penempatan awalnya yakni bertugas di Polda Kalimantan Timur.

“Selama dua minggu ditampung di SPN Polda Kaltim di Balikpapan hingga akhirnya di tempatkan di Polres Bontang sampai sekarang,” paparnya.

Dinas di perantauan menjadi suatu motivasi dalam diri pria kelahiran Kediri, 17 Februari 1964 itu untuk hidup mandiri. Setahun dinas di Polres Bontang kemudian dipindah tugaskan ke Polsek Anggana. Daerah yang memiliki jarak 12 KM dari Ibu Kota Provinsi Kaltim, yang kala itu masuk Wilayah Hukum Polres Bontang.

Saat bertugas di Polsek Anggana, dirinya sempat akan melanjutkan kuliah di IKIP PGRI Samarinda. Namun terkendala transportasi yang saat itu masih sulit sehingga keinginan melanjutkan kuliah pun gagal.

“Dulu masih mengandalkan kapal motor menyisir Sungai Mahakam, itupun hanya sekali sehari pulang pergi (PP) dari Anggana ke Samarinda, karena jalan darat belum ada sehingga batal untuk melanjutkan Kuliah,? ujar perwira berpangkat melati satu itu.

Karena tidak jadi kuliah dan masa ikatan dinas telah usai, Suyono memilih untuk menikah dengan wanita yang telah ia pacari sebelumnya, seorang adik kelas waktu duduk di bangku SMA. Enam tahun Suyono menjalani tugas di Polsek perbatasan Kota Samarinda itu kemudian pindah tugas kembali ke Polres Bontang hingga sekarang.

Antara Tugas dan Keluarga

Selain bertugas di sejumlah unit, ia juga memiliki kisah yang paling tidak bisa dilupakan. Yakni saat ia ditugaskan Operasi Pemulihan Keamanan di daerah konflik yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tahun 2003, atau sebelum peristiwa tsunami. Panggilan tugas yang sangat luar biasa bagi Suyono, juga bagi banyak orang karena hanya hitungan jam harus berangkat dan meninggalkan keluarga.

“Kala itu tepat jam 09.00 wita. Saya menerima perintah penugasan Operasi, jam 11.30 wita harus sudah ada di Bandara Khusus PT. Badak Bontang karena jam 14.00 wita harus sudah berada di Bandara Sepinggan Balikpapan untuk terbang menuju ke Jakarta bergabung dengan 99 rekan lainnya seluruh Indonesia”, terang Suyono.

Dalam hati ini mengaku berat meninggalkan istri dan dua orang anak yang masih kecil. Terlebih ketika baru memulai pendidikan di SD. Di Aceh ia menceritakan bagaimana konflik turut mempengaruhi dirinya. Tekanan psikis hingga nyawa pun menjadi taruhannya kala bertugas di daerah konflik tersebut. Tugas itu menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan, selama delapan bulan dirinya bertugas di daerah berjuluk Serambi Mekah itu.

Mengakhiri karir kepolisian sebagai anggota di kesatuan Polres Bontang menjadi kebanggaan baginya. Suyono mengenal Bontang sejak duduk di bangku SMA melalui pelajaran Geografi. Cerita tentang Bontang ia dapatkan dari sang guru yang kerap diundang sebagai instruktur di PT Pupuk Kaltim. Setelah lulus SMA sebenarnya dirinya ingin merantau ke Bontang, namun tidak diijinkan orang tua.

“Setelah dilantik menjadi anggota Polri langsung bertugas di daerah yang dicita-citakan yaitu Bontang. Mungkin memang takdir nya di Bontang,” ucapnya.

Baginya, dinas di kota yang diapit dua perusahaan besar ini merupakan berkah bagi dirinya. Walaupun kala itu Bontang masih berstatus kecamatan dan masih minim fasilitas. Namun dirinya merasa senang karena situasinya yang aman, nyaman dan cepat berkembang.

Selain itu pria yang juga sebagai Ketua Umum Paguyuban Warga Kediri Kota Bontang itu juga menyukai berbagai kuliner yang ada di Bontang. Salah satunya adalah makanan khas Bontang, Gammi ikan Bawis dan Ikan Baronang Bakar yang merupakan menu favoritnya.

Selama menjadi anggota Polri hampir keseluruhan fungsi kepolisian pernah dia jalani. Mulai dari fungsi Sabhara, Intel, Reskrim, Binmas, Logistik, dan Lalu Lintas. Ditunjuk sebagai Kasi Humas Polres Bontang pun juga dia jalani. Tugas yang kala itu masih sangat baru baginya. Namun dirinya mengaku lebih banyak pengetahuan dan dekat dengan awak media saat berada di unit humas.

Dunia media pun ia geluti dengan sungguh-sungguh seolah menjadi wartawan sejati. Setiap hari Suyono juga berkecimpung di dunia pemberitaan yang berkaitan dengan kegiatan Polres Bontang hingga jajaran Polsek. Serta keberhasilan Korp Bhayangkara dalam mengungkap Kasus Tindak Pidana dan Narkoba di website dan medsos resmi Polres Bontang.

Berita yang dibuat kemudian dibagikan kepada awak media yang lain melalui Grup WhatsApp. Tidak hanya di media mainstream di dunia maya atau media sosial pun mereka geluti, ini sesuai tugas pokok Humas Polri saat ini.

Seorang bapak yang memegang teguh moto hidup ‘selalu bersyukur’ itu pun merasa sangat bangga bisa menghabiskan masa dinas di Bontang. Selama berdinas di Kota Taman, dirinya ia juga bisa menyekolahkan dua putranya hingga lulus perguruan tinggi.

Seorang yang dikenal dekat dan ramah bersama rekan-rekan wartawan di Bontang. Meski di tengah kesibukan dalam menjalani tugas, Suyono juga kerap kali meluangkan waktu untuk makan dan ngopi bareng bersama awak media dan warga masyarakat.

Suyono juga merasa bersyukur karena awal mula dirinya meninggalkan tanah kelahiran dan berpindah ke tempat yang sangat nyaman baginya. Awal mula menjadi anggota Polri dengan pangkat Bintara (Serda) kala itu atau yang saat ini disebut Brigadir (Bripda). Hingga sekarang berpangkat Komisaris Polisi (KOMPOL) atau dulu disebut Mayor.

“Mungkin ini merupakan berkah dari Allah SWT karena selama dinas di Polres Bontang dirinya bisa membantu orang tua dan keluarga,” pungkas pria yang juga menjabat Wakil Ketua I Ika Pakarti Kota Bontang itu. (*)

 

Reporter: Tomy Gutama
Editor: Qadlie Fachruddin

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,900PelangganBerlangganan