29.8 C
Bontang
Rabu, Januari 26, 2022
spot_img

Mangrove Teluk Bangko I : Upaya Petani Kembangkan Area Konservasi Jadi Objek Wisata

KAREBAKALTIM.com – Gemercik air laut berpadu udara segar di RT 18, Kelurahan Loktuan, Kota Bontang, sangat terasa saat Siswanto menengok lokasi budidaya mangrove yang ia geluti. Matanya menatap jajaran polybag berisi ribuan bibit mangrove siap tanam.

“Ya, Alhamdulillah, pembibitan ini bernilai ekonomi. Cukup membantu, apa lagi kan anggota kelompok kami rata-rata pekerja serabutan, ada juga yang nelayan,” kata Siswanto, Minggu (12/12/2021).

Siswanto merupakan ketua dari Kelompok Tani Mangrove Teluk Bangko. Kelompok masyarakat dengan 16 anggota, 9 perempuan dan 7 laki-laki yang tengah menjalankan program pemberdayaan dari CSR Pupuk Kaltim.

Lelaki berusia 49 tahun itu bersama anggotanya secara berkala, rutin melakukan proses pencarian bibit mangrove, pembuatan media mangrove, pembibitan mangrove dalam polybag, perawatan bibit, hingga penanaman bibit dan perawatan mangrove di area konservasi yang ditentukan.

Pak Sis –sapaan akrabnya mengenang, penanaman mangrove sejatinya telah mereka lakukan di pesisir sekitar tempat tinggal mereka tersebut sejak 2007. Namun, kala itu hanya dilakukan seadanya.

“Awalnya kita tanam sendiri. Baru 2019 dapat bantuan Pupuk Kaltim, mereka juga butuh lahan pembibitan untuk konservasi mangrove, kemudian dibuatlah tempat pembibitan di sini,” tuturnya.

Sejak saat itu mereka lebih bersemangat budidaya mangrove. Terlebih pasca Pupuk Kaltim memberi serangkaian pelatihan termasuk cara penghitungan HPP Mangrove guna menentukan harga produk bibit mangrove secara tepat, hingga diversifikasi produk.

Dari proses persemaian bibit, kini mereka telah dapat mensuplai kebutuhan program konservasi Pupuk Kaltim. Siswanto menyebut, sedikitnya sudah lebih 60.000 bibit yang telah disalurkan.

Tak hanya itu, kini produksi bibit mangrove mereka kerap juga dibeli sejumlah pihak. Seperti Taman Nasional Kutai (TNK), Dinas Pertanian Kutim, serta sejumlah komunitas yang dikenal rutin melaksanakan kegiatan konservasi.

“Adanya permintaan bibit mangrove menjadi peluang ekonomi baru buat kami,” tuturnya.

Kedepan tak hanya soal pembibitan. Kawasan yang berada tepat berdampingan denga area konservasi Pupuk Kaltim itu juga dirancang untuk dikembangkan menjadi objek eco-wisata.

Kelompok Tani yang ia pimpin, kini tengah bersiap mengelola area mangrove di pesisir utara Kota Bontang itu menjadi salah satu destinasi wisata baru.

Pengembangan infrastruktur pendukung pun telah dibangun. Diantaranya, gapura depan area mangrove, jalur track ulin, toilet gazebo, menara area photo booth, serta sejumlah infrastruktur lain yang tengah dikerjakan sepenuhnya bantuan Pupuk Kaltim.

Kata dia, pengembangan UMKM berupa pelatihan sejumlah produk hasil olahan mangrove pun telah dipersiapkan. Nantinya saat infrastruktur telah dirasa siap, akan diarahkan menjadi produk komersil.

“Kalau semua fasilitas sudah dirasa cukup, nanti prosuk UMKM-nya juga kita kembangkan. Bisa saja nanti pengunjung dikenakan karcis (tarif),” ujarnya. (*)

Penulis : Mirah Hayati

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,846FansSuka
3,139PengikutMengikuti
19,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles