Kutai Kartanegara, KAREBAKALTIM.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) terus berkomitmen meningkatkan jumlah guru penggerak di wilayah ini.
Salah buktinya adalah dengan menggelar fasilitasi pendampingan pendidikan program guru penggerak tingkat SD di Ballroom Hotel Grand Fatma Tenggarong beberapa waktu lalu.
“Dasar pelaksanaan kegiatan sudah sangat jelas, UU tentang Pendidikan Nasional dan UU tentang guru serta regulasi pendukung lainnya,” kata Sub Koordinator Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan SD Disdikbud Kukar, Bahruddin.
Menurut Bahruddin, dalam kegiatan ini hadir 167 guru yang tersebar di 18 kecamatan dengan narasumber dari Balai Guru Penggerak (BGP) Kaltim.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Kukar, Joko Sampurno, menekankan bahwa menjadi guru penggerak harus didasari kesadaran diri ingin meningkatkan kualitas dan kapasitas sebagai guru.
“Jangan hanya berharap bisa diangkat jadi kepala sekolah, tapi menjadi pemimpin pembejaran di sekolah. Kepsek hanya salah satu dampak saja,” sebut Joko.
Joko juga menyinggung jumlah guru penggerak di Kukar masih minim, di mana dari 5.000 total guru SD, baru ada sekitar 150 guru penggerak.
Minimnya jumlah tersebut dikarenakan pelatihan guru penggerak cukup lama, yakni sekitar 6 bulan dari semula sekitar 9 bulan.
Joko memastikan, Pemkab Kukar memberikan apresiasi kepada guru penggerak yang dibuktikan dengan pembagian laptop.
Jika ada guru penggerak yang belum mendapatkannya, maka hal itu sedang proses pengusulan untuk diberi laptop.
“Bahkan, Pemkab berencana memberikan insentif khusus bagi guru penggerak,” sebutnya.
Joko pun meminta kepada peserta yang hadir untuk konsentrasi mengikuti acara sampai selesai.
Pasalnya, materinya sangat bermanfaat bagi peserta yang dari kecamatan. Apalagi, semua peserta difasilitasi secara penuh oleh Disdikbud Kukar.
“Nantinya, jangan lupa untuk daftar mengikuti pelatihan guru penggerak angkatan 11 yang saat ini sudah dibuka pendaftarannya,” pungkasnya. (ADV/DISDIKBUDKUKAR)
