KAREBAKALTIM.com, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), Jaya Mualimin, menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyakit cacingan pada anak dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.
Kasus meninggalnya seorang balita di Sukabumi akibat tubuhnya dipenuhi cacing, menurut Jaya, menjadi pelajaran penting agar orang tua lebih waspada terhadap kesehatan anak.
“Orang tua harus memastikan lingkungan rumah dan area bermain anak tetap bersih dan aman, karena anak-anak lebih rentan terkena infeksi akibat sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna,” ujar Jaya di Samarinda, Rabu (10/9/2025).
Ia mengingatkan, kebiasaan anak yang sering memegang benda atau permukaan kotor lalu memasukkan tangan ke mulut dapat menimbulkan risiko serius.
“Tanah bisa mengandung parasit seperti cacing tambang atau Toxoplasma, bahkan zat berbahaya seperti logam berat. Jika terkontaminasi, bisa menimbulkan infeksi, keracunan, hingga menyebabkan kekurangan gizi,” jelasnya.
Untuk itu, Jaya meminta orang tua membiasakan anak mencuci tangan setelah memegang tanah, hewan peliharaan, atau air tergenang. Selain menjaga kebersihan, ia juga menekankan pentingnya pola makan sehat.
“Asupan buah dan sayur yang cukup sangat membantu. Selain itu, obat cacing sebaiknya diberikan secara rutin terutama untuk anak usia dua tahun ke atas,” katanya.
Jika anak menunjukkan gejala cacingan, Jaya menyarankan segera berkonsultasi ke dokter agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Pemerintah, lanjutnya, juga tengah mendorong Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah mulai dari SD hingga SMA.
Program ini bertujuan memantau kesehatan anak sejak dini agar penyakit bisa dideteksi dan ditangani lebih awal.
“Orang tua diharapkan mendukung agar anak-anak bisa mengikuti Program CKG, supaya mereka tumbuh sehat dan kuat,” pungkas Jaya. (Bey)
