KAREBAKALTIM.com – Ketua Sementara DPRD Andi Faiz menyayangkan kondisi yang terjadi pada Perumda AUJ. Pasalnya perusahaan pelat merah ini merugi di akhir tahun lalu. Ia menjelaskan ada target atau perencaan yang tidak berjalan mulus. Sehingga kondisi itu menimpa BUMD tersebut.
“Kami sayangkan karena perusahaan ini merupakan harapan untuk menambah pendapatan daerah. Tetapi itu gagal karena merugi,” terangnya.
Politikus Partai Golkar ini pun menilai sejauh ini belum ada perubahan signifikan di perumda. Pasalnya belum ada kontribusi nyata sejak pergantian direksi menyumbang dividen ke kas daerah.
Menurutnya direksi harus segera melakukan evaluasi internal. Sehingga diketahui apa yang menyebabkan BUMD ini merugi. Termasuk dengan anak usaha yang ada di dalamnya.
“Harusnya ketika direksi terpilih memiliki komitmen untuk menjadikan perumda ini lebih baik lagi,” sebutnya.
Andi Faiz menuturkan sebagai perusahaan dikatakan berhasil jika output mendapatkan keuntungan. Bukan kerugian seperti saat ini. Apalagi masa jabatan direksi telah ditetapkan. Ia pun berharap sebelum durasi itu habis harus dicarikan solusinya.
“Jangan sampai ini terus-menerus terjadi,” ungkap dia.
Diketahui mengacu hasil audit akuntan publik, Perumda AUJ mengalami kerugian di akhir tahun senilai Rp370 juta. Hingga saat ini direksi belum menjelaskan terkait apa yang terjadi di tubuh perusahaan itu.
Penulis : Aji



