KAREBAKALTIM.com, Penajam Paser Utara – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Klotok Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai kembali normal setelah sempat dipadati kendaraan pada masa arus balik Lebaran 2026.
Memasuki H+6 Idulfitri, kondisi di pelabuhan yang melayani rute menuju Balikpapan itu terpantau lebih lengang. Antrean kendaraan, khususnya sepeda motor, tidak lagi mengular seperti pada hari-hari awal setelah Lebaran.
Sebelumnya, sejak H+1 hingga H+3 Lebaran, antrean kendaraan roda dua sempat mencapai sekitar 20 meter hingga ke pintu masuk pelabuhan. Lonjakan tersebut didominasi pemudik yang kembali dari kampung halaman.
Moda transportasi klotok memang menjadi pilihan utama masyarakat yang hendak menyeberangi Teluk Balikpapan, menghubungkan wilayah PPU dengan Balikpapan. Selain klotok, warga juga memanfaatkan speedboat maupun kapal feri sebagai alternatif penyeberangan.
Koordinator Posko Pelabuhan Klotok dan Speedboat Dinas Perhubungan PPU, Rizal, mengatakan lonjakan jumlah kendaraan saat Lebaran merupakan fenomena tahunan.
“Dalam sehari, selama periode pasca Lebaran, jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang bisa mencapai 700 sampai 800 unit,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Meski kondisi kini mulai terkendali, arus balik diperkirakan masih berlangsung hingga akhir pekan. Hal ini seiring dengan kembalinya aktivitas kerja pada pekan berikutnya.
Saat ini, sebanyak 44 unit kapal klotok beroperasi di pelabuhan tersebut. Rinciannya, 22 unit melayani angkutan kendaraan roda dua, sementara sisanya diperuntukkan bagi penumpang.
Adapun tarif penyeberangan untuk sepeda motor tanpa penumpang dipatok sebesar Rp35 ribu per unit. Sementara itu, jika menggunakan kapal feri, tarif untuk kendaraan roda dua tanpa boncengan mencapai Rp53 ribu per unit.
Dengan kondisi yang mulai normal, masyarakat diimbau tetap tertib saat menggunakan jasa penyeberangan demi menjaga kelancaran arus transportasi di kawasan tersebut. (Bey)
