KAREBAKALTIM.com – Proses pembangunan ruang kelas baru (RKB) menyasar beberapa sekolah pada tahun ini. Legislator meminta agar program ini terus dilakukan. Karena masih ada sekolah yang kekurangan jumlah ruang kelas. Akibatnya kegiatan belajar-mengajar menggunakan format dua sif.
Anggota DPRD Bontang Alfin Rausan Fikry mengatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tentu memiliki data berapa sekolah yang membutuhkan tambahan ruang kelas. Apalagi kondisi APBD yang meroket ini bisa mengurai permasalahan tersebut.
“Harus segera dibangunkan ruang kelas baru. Kalau tidak mau sampai kapan KBM dilaksanakan dua sif,” sebutnya.
Diakuinya, skema seperti ini sudah terjadi sejak wakil rakyat ini berada di bangku pendidikan. Tentunya dampaknya sangat besar. Baik bagi pelajar maupun guru.
Jika pelaksanaan KBM satu sif maka beberapa kegiatan di luar pembelajaran pun juga bisa optimal. Alhasil prestasi pelajar Bontang bisa meningkat di aspek akademik maupun non akademik.
“SMP 1 sampai saat ini masih pakai dua sif. Apalagi SD masih banyak itu,” ungkapnya. Porsi anggaran 20 persen dari APBD untuk sektor pendidikan juga harus dioptimalkan.
Politikus Partai Golkar ini meminta Disdikbud memiliki rencana jika pembangunan dilakukan bertahap maka sampai tahun berapa seluruh sekolah baru bisa menjalankan format KBM satu sif.
Sejumlah sekolah yang mendapatkan pembangunan RKB saat ini mencakup SMPN 2, SDN 009 Bontang Utara, SDN 002 Bontang Barat, SDN 010 Bontang Utara, SDN 011 Bontang Utara, dan SDN 004 Bontang Selatan.
Penulis : Aji
