KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang menilai pencegahan kehamilan di bawah umur tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Edukasi seks yang sesuai usia serta penyediaan kegiatan positif bagi remaja dinilai menjadi langkah penting untuk menekan kasus tersebut.
Pandangan itu disampaikan Ketua FKUB Kota Bontang, Mulkan Adzima, saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) Komisi A DPRD Kota Bontang yang membahas maraknya kasus kehamilan di bawah umur.
Menurut Mulkan, upaya pencegahan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, sekolah, keluarga hingga tempat ibadah. Sinergi tersebut diperlukan agar pembinaan terhadap remaja berjalan secara berkelanjutan.
Ia mendorong DPRD dan pemerintah daerah memperkuat pelaksanaan edukasi seks yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan remaja. Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dapat membantu remaja mengambil keputusan yang lebih bijak.
“DPRD harus mendorong pelaksanaan sex edukasi dan juga aktif menggelar kegiatan-kegiatan positif di sekolah maupun tempat ibadah,” ujarnya.
Selain edukasi, Mulkan menilai sekolah dan rumah ibadah perlu lebih sering menggelar kegiatan pembinaan karakter, pengembangan minat, serta aktivitas sosial yang mampu mengarahkan remaja pada kegiatan yang produktif.
Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mengatakan berbagai masukan yang disampaikan dalam RDP akan menjadi bahan pembahasan lanjutan. DPRD berkomitmen berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyusun langkah pencegahan yang lebih komprehensif terhadap kasus kehamilan di bawah umur di Kota Bontang.
“Kami akan mendorong semua pihak, untuk memberikan sex edukasi dan juga aktif menggelar kegiatan-kehiatan positif di sekolah maupun tempat ibadah,” ucapnya. (Adv)
