KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Taman Telihan dan Pasar Taman Citra Mas Loktuan untuk meninjau langsung kondisi fasilitas serta mendengarkan keluhan para pedagang.
Dalam kunjungan tersebut, Neni didampingi sejumlah pejabat terkait dan pengelola pasar. Ia berkeliling ke beberapa titik, termasuk area los pedagang hingga fasilitas umum yang digunakan masyarakat.
Dari hasil pantauan, ia menemukan masih adanya fasilitas yang perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya pada bagian sanitasi.
Beberapa toilet di kedua pasar tersebut diketahui tidak berfungsi dengan baik. Ada yang mengalami penyumbatan, kerusakan pada instalasi, hingga kondisi yang kurang terawat. Hal ini dinilai dapat mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung pasar.
Neni menegaskan bahwa perbaikan fasilitas toilet akan segera dilakukan oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat sejumlah toilet yang akan direvitalisasi pada tahun ini.
“Kalau info dari Pak Kadis, akan ada 12 toilet yang akan dilakukan perbaikan atau revitalisasi untuk tahun ini,” ungkapnya pada awak media, Selasa (17/3/2026).
Ia menilai, keberadaan fasilitas sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, terutama di kawasan pasar yang memiliki aktivitas tinggi setiap harinya. Oleh karena itu, ia meminta agar proses perbaikan dapat dilakukan secara maksimal dan tepat sasaran.
Selain menyoroti kondisi toilet, Neni juga menanggapi keluhan pedagang terkait pasokan air bersih dari PDAM yang sebelumnya sempat menjadi persoalan. Namun, berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan bersama pihak terkait, kondisi tersebut kini sudah mengalami perbaikan.
Ia menyampaikan bahwa distribusi air bersih saat ini sudah berjalan lancar dan dapat dimanfaatkan oleh para pedagang.
“Tadi dengan Pak Suramin, alhamdulillah airnya lancar, tinggal pengelolaannya saja,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengelolaan fasilitas yang baik agar kondisi yang sudah membaik ini dapat terus terjaga.
“Jadi peran aktif pengelola pasar juga itu harus ada, untuk memastikan distribusi air dan kebersihan fasilitas tetap optimal,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana pasar tradisional. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat agar semakin berkembang.
“Harapannya, dengan adanya perbaikan fasilitas seperti toilet dan pengelolaan air yang lebih baik, pasar dapat menjadi tempat yang lebih nyaman, bersih, dan layak bagi seluruh pengunjung maupun pedagang,” pungkasnya(ADV)
