KAREBAKALTIM.com, BONTANG — Negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dikabarkan gagal. Sebab, menurut Pakistan yang berperan sebagai mediator, Iran saat ini masih enggan bertemu AS di Islamabad untuk membicarakan perdamaian. Ini membuat konflik antara kedua negara kian alot.
Dikutip dari IDN Times, menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip oleh Jerusalem Post pada Jumat (3/4/2026), Iran juga menolak usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diberikan oleh AS. Sebab, menurut mereka, usulan tersebut tidak masuk akal dan tidak dapat diterima.
Meski begitu, dua mediator lain, yakni Turki dan Mesir, kini masih mencari cara untuk mendamaikan AS dan Iran. Saat ini, kedua negara tersebut dikabarkan sedang mencari tempat yang pas untuk mempertemukan AS dan Iran. Beberapa tempat yang menjadi pilihan adalah Istanbul dan Doha.
Sebetulnya, Qatar juga diusulkan menjadi mediator kunci untuk mendamaikan AS dan Iran. Usulan tersebut diberikan oleh AS dan negara-negara Timur Tengah yang terdampak perang Iran. Namun, Qatar menolak usulan tersebut karena enggan terlibat ke dalam konflik terlalu jauh. Sejumlah media menyebut ketiadaan Qatar ini membuat proses negosiasi damai antara AS dan Iran kian terhambat.
Sementara itu, penolakan upaya perdamaian oleh Iran ini membuat Presiden Donald Trump geram. Menurut dia, negosiasi antara AS dan Iran merupakan jalan paling efektif untuk mengakhiri konflik kedua negara.
Oleh karena itu, dalam pernyataannya, Trump mendesak Iran untuk segera bernegosiasi dengan AS. Jika tidak, maka AS akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
“(Iran harus) membuat kesepakatan (dengan AS) sebelum terlambat dan tidak ada lagi yang tersisa dari apa yang bisa menjadi negara besar!” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Hingga saat ini, perang antara AS dan Iran masih berlangsung. Sebab, AS dan sekutunya, Israel, masih melancarkan serangan ke Iran. Pada Jumat malam, misalnya, AS berupaya meluncurkan serangan udara ke Iran menggunakan dua jet tempur. Namun, serangan itu gagal karena Iran mengklaim berhasil menjatuhkan jet tempur AS yang dipakai untuk menyerang mereka.
Meski perang masih berlangsung, Trump beberapa waktu lalu mengatakan dirinya sangat yakin bisa mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu 2-3 minggu. Dalam periode waktu tersebut, Trump juga berencana menyerang Iran jika mereka tidak juga bernegosiasi dengan AS.
“Kita berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan semua tujuan militer AS dalam waktu singkat, sangat singkat. Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam 2-3 minggu ke depan.” ujar Trump dilansir Politico yang dikutip dari IDN Times. (int)
