KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Seekor ular piton menggegerkan warga RT 05 Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (29/11/2025) malam. Ular berukuran cukup besar itu dilaporkan masuk ke area permukiman di Jalan MH Thamrin, tak jauh dari rumah warga. Keberadaan reptil tersebut membuat warga waswas, terutama karena lokasinya berada di lingkungan padat penduduk.
Laporan pertama kali diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang sekitar pukul 23.25 Wita dari seorang warga bernama Muh Tahir. Menindaklanjuti laporan itu, petugas regu rescue Disdamkartan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Hanya berselang lima menit, satu unit armada rescue diterjunkan menuju lokasi pada pukul 23.30 Wita dengan personel Regu 4 (Delta). Tim yang dikerahkan berjumlah lima orang, masing-masing Abdullah, Misbahuddin, Yuda Sapura, Muh Fhaiz, dan Sultan.
Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung lancar meskipun dilakukan pada malam hari. “Begitu laporan masuk, anggota kami langsung bergerak. Evakuasi ular piton di lokasi Jalan MH Thamrin berhasil kami lakukan tanpa kendala berarti. Situasi dapat dikendalikan dengan aman,” ujar Sarkani, Minggu (30/11/2025).
Menurut Sarkani, penanganan selesai dilakukan tepat pukul 00.00 Wita. Ular piton tersebut berhasil diamankan tanpa ada korban jiwa maupun luka. Petugas kemudian membawa reptil itu menjauh dari kawasan permukiman untuk menghindari potensi ancaman lanjutan kepada warga.
Ia menambahkan, keberadaan ular di lingkungan permukiman biasanya dipicu oleh sejumlah faktor, seperti perubahan habitat, cuaca, serta ketersediaan makanan.
“Kebanyakan ular masuk ke lingkungan warga karena mencari makanan, seperti tikus atau unggas. Apalagi saat musim hujan atau cuaca ekstrem, hewan-hewan liar cenderung keluar dari habitatnya,” jelasnya.
Sarkani juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal dekat area semak, sungai, atau lahan kosong. “Kalau menemukan hewan liar seperti ular, jangan panik dan jangan mencoba menangkap sendiri. Segera hubungi Disdamkartan agar bisa kami tangani dengan aman dan profesional,” pesannya.
Ia juga mengapresiasi kesigapan warga yang cepat melapor sehingga potensi bahaya bisa dicegah lebih dini. “Pelaporan cepat dari masyarakat sangat membantu kami dalam mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Semakin cepat ditangani, semakin kecil pula risiko yang bisa timbul,” tambahnya.
Dengan kejadian ini, Disdamkartan Bontang kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat, tidak hanya kebakaran, tetapi juga evakuasi hewan liar yang membahayakan keselamatan masyarakat.
Kehadiran petugas hingga larut malam membuktikan kesiapsiagaan Disdamkartan Bontang selama 24 jam demi memberikan rasa aman bagi warga Kota Taman.



