KAREBAKALTIM.com, BONTANG- Sebanyak 1.300 guru ngaji se-Bontang menerima bantuan paket sembako dalam Program Bontang Peduli yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bontang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Baznas Kota Bontang atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, penyaluran 1.300 paket sembako ini merupakan bukti nyata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, transparan, serta tepat sasaran.
“Apresiasi yang sama juga saya sampaikan kepada Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kota Bontangatas sinergi yang luar biasa dalam melakukan pendataan dan koordinasi yang rapi, sehingga bantuan ini benar-benar menjangkau para guru ngaji yang berhak menerimanya,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan penyaluran sembako kepada guru ngaji, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan, guru ngaji merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Mereka adalah pejuang pendidikan Al-Qur’an yang tak kenal lelah merawat akar moralitas generasi muda.
Menurutnya, dedikasi dan keikhlasan para guru ngaji dalam mengenalkan huruf demi huruf Al-Qur’an kepada anak-anak menjadi fondasi moral yang kokoh bagi masa depan Kota Bontang.
“Apalagi di tengah kemajuan zaman dan teknologi, peran guru ngaji menjadi semakin strategis. Bapak dan Ibu adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga religius dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bontang, Kuba Siga, menyebutkan bahwa total paket yang disalurkan melalui BKPRMI berjumlah 1.300 paket. Setiap paket senilai Rp300 ribu, sehingga total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp390 juta.
“Tahun ini permintaan paket Ramadan meningkat cukup signifikan. Tahun sebelumnya sekitar 5.000 paket, sementara tahun ini mencapai kurang lebih 7.500 paket. Ada peningkatan dan masih banyak yang belum terakomodasi,” jelasnya.
Ia berharap penghimpunan zakat terus meningkat agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaatnya.
“Kalau bukan karena regulasi, kami mungkin tidak tahu bagaimana cara menghimpun zakat sebanyak ini. Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah daerah. Kami bukan siapa-siapa, hanya perangkat yang membantu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang dalam upaya mengentaskan kemiskinan, meski belum bisa menghilangkannya sepenuhnya,” katanya.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang berada pada kategori miskin, bukan fakir atau miskin ekstrem, sehingga membutuhkan intervensi dan dukungan ekonomi yang lebih besar.
Ia juga berharap ke depan para guru ngaji dapat memiliki usaha sampingan yang produktif.
“Harapannya, guru-guru ngaji ini juga memiliki usaha tambahan. Sehingga ke depan mereka bukan lagi menjadi penerima zakat, melainkan bisa menjadi pihak yang turut menunaikan zakat,” pungkasnya. (ADV)



