KAREBAKALTIM.com, Samarinda — Pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, mulai memberikan dampak terhadap pengurangan durasi banjir di wilayah tersebut.
Meski demikian, masyarakat masih menunggu proyek pengendalian banjir itu selesai sepenuhnya agar genangan air dapat teratasi secara maksimal.
Lurah Sempaja Timur, Yuliana, mengatakan selama 2025 wilayah Bengkuring masih beberapa kali dilanda banjir. Namun, durasi genangan banjir kini lebih singkat dibandingkan tahun – tahun sebelumnya karena adanya Kolam retensi ini.
Diketahui Luasan kolam retensi itu kurang lebih 18 Hektar, Dinas PUPR Samarinda sendiri masih menunggu pembebasan lahan yang ditargetkan sebanyak 27 Hektar.
“Pada 2025 kemarin hampir lima kali terjadi banjir. Tapi durasi genangannya lebih pendek dibandingkan sebelumnya. Ini salah satu dampak dari pembangunan kolam retensi atau kolam retensi di Bengkuring,” kata Yuliana, Rabu (4/3/2026).
Menurut Yuliana, sebelum pembangunan kolam retensi dilakukan, air yang masuk ke kawasan perumahan Bengkuring bisa bertahan dalam waktu sangat lama, bahkan hingga berhari-hari.
“Kalau dulu bukan hitungan jam lagi, tapi bisa berhari-hari. Seperti di dekat pintu air di Terong, itu biasanya air pertama masuk dan juga yang terakhir keluar,” ujarnya.
Yuliana menjelaskan, banjir di Bengkuring tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi. Air juga dapat masuk dari arah Sungai Karang Mumus, terutama ketika terjadi pasang air sungai.
Saat hujan deras, air masuk ke kawasan perumahan melalui jalur darat dari arah utara. Kondisi tersebut semakin diperparah ketika air sungai pasang dan masuk melalui anak Sungai Karang Mumus.
Karena itu, selain kolam retensi, pembangunan tanggul juga dinilai penting untuk menahan air sungai agar tidak masuk ke kawasan permukiman.
“Dengan adanya tanggul nanti diharapkan arus air dari sungai tidak masuk ke pemukiman warga,” kata Yuliana.
Ia menambahkan, sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut juga akan didukung oleh pompa air yang berfungsi membuang air dari kolam retensi ke sungai.
Namun hingga kini, fasilitas pompa tersebut belum tersedia sehingga pintu air yang sudah dibangun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami berharap pembangunan ini segera selesai, termasuk penyediaan pompa. Sehingga kolam retensi bisa berfungsi penuh untuk mengurangi banjir di Bengkuring,” pungkasnya.
Pembangunan kolam retensi Bengkuring sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga di kawasan tersebut.Progress lanjutan dari kolam retensi Bengkuring ini adalah pembangunan tanggul dan pembersihan gulma agar tidak terjadi sedimentasi nantinya.(RAP)



