KAREBAKALTIM.com, Penajam – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pembangunan Jembatan Sungai Riko di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan dimulai pada tahun anggaran 2026.
Kepastian ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyebut proyek tersebut sebagai bagian penting dalam mendukung jaringan transportasi strategis, khususnya sebagai penghubung menuju Jembatan Pulau Balang.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan menghubungkan sejumlah kawasan vital, mulai dari Kawasan Industri Buluminung (KIB), Pelabuhan Benuo Taka, hingga akses menuju bandara di kawasan Ibu Kota Nusantara.
“Ini bukan sekadar proyek biasa, tapi penghubung utama kawasan pesisir Penajam dengan jalur strategis menuju bandara IKN,” ujarnya, Rabu (1/3).
Secara teknis, Jembatan Sungai Riko dirancang memiliki bentang utama sekitar 500 meter dan mampu menopang lalu lintas logistik berat.
Dengan spesifikasi tersebut, jembatan ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur kunci yang memperlancar distribusi barang dan mobilitas di wilayah penyangga IKN.
Dari sisi pembiayaan, pembangunan jembatan akan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Kementerian Pekerjaan Umum akan menangani pembangunan fisik, sementara Pemerintah Kabupaten PPU bertanggung jawab pada pembebasan lahan serta penanganan dampak sosial bagi masyarakat terdampak.
Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan kawasan industri di PPU. Tingginya biaya logistik kerap menghambat arus distribusi barang dan investasi.
Dengan terealisasinya proyek ini, pemerintah daerah optimistis akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi secara signifikan.
Kawasan industri diprediksi akan berkembang lebih cepat, seiring terbukanya akses yang lebih efisien menuju pusat distribusi dan wilayah inti Ibu Kota Nusantara.
“Ketika jembatan ini beroperasi, dampaknya akan langsung terasa. Pergerakan barang lebih lancar, investasi meningkat, dan ekonomi daerah ikut terdongkrak,” tutup Mudyat. (Bey)
