KAREBAKALTIM.com – Keterbatasan ruang perawatan menjadi permasalahan di RSUD Taman Husada. Oleh sebab itu pada akhir tahun ini terdapat perencanaan untuk pembangunan tambahan gedung baru.
Terkait itu, Anggota DPRD Bontang Joni Alla’ Padang sangat mendukung rencana tersebut.
“Saat ini jumlah kamar rawat inap pun terbatas,” kata wakil rakyat yang akrab disapa JAP ini.
Politisi PDI Perjuangan ini kerap melakukan kunjungan, masih banyak pasien yang harus mengantre sebelum mendapatkan rawat inap. Bahkan terbatasnya tempat tidur ini juga terjadi di ruang intensif care. Mulai dari ICU maupun PICU.
“Tidak bisa dengan kondisi seperti ini. Harus ada langkah segera. Rencana pembangunan ini patut disyukuri,” sebutnya,
Ia pun menilai permasalahan kesehatan ini menjadi hal pokok yang harus diperhatikan pemkot. Artinya pemkot harus maksimal dalam memberikan pelayanan. Dikhawatirkan jika terjadi kondisi dengan jumlah pasien membeludak, maka sarana yang ada harus menunjang.
“Jangan sampai justru tidak tercover,” ungkapnya.
Rencananya ukuran bangunan baru seperti gedung utama. Hanya untuk gedung baru nanti terdiri dari delapan lantai. Posisinya berada di samping gedung Bengkirai. Berdasarkan taksiran, jumlah tempat tidur rawat inap di ruang baru mencapai 200 unit. Sehingga total RSUD Taman Husada akan memiliki 400 tempat tidur pasien rawat inap.
Adapun gedung utama dulu desainnya ialah untuk sumah sakit tipe C. Nantinya gedung utama tetap akan dipakai untuk rawat inap dan pemeriksaan penunjang. Sementara gedung C akan diperuntukkan tambahan pelayanan rawat inap, tambahan ruang operasi, dan intensif care.
Sesuai Permenkes, diatur bahwa jumlah tempat tidur rawat inap 10 persen ada fasilitas insentif care. Baik itu ruang intensive care unit (ICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), neonatal intensive care unit (NICU), hingga Intensive Cardiology Care Unit (ICCU).
Penulis : Aji




