KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Langkah inovatif Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang kembali berbuah manis. Instansi yang dikenal tanggap dan sigap dalam setiap keadaan darurat ini berhasil meraih Juara II Kategori Perangkat Daerah pada ajang Bontang Innovation Award (BIA) 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Bontang.
Inovasi bertajuk “Tim Medis Damkar” menjadi unggulan dalam kompetisi tahunan tersebut. Gagasan ini dipresentasikan langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan, Sarkani, di hadapan dewan juri yang terdiri atas tiga juri lokal dan satu juri dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penilaian dilaksanakan di Command Centre Kota Bontang, dan melibatkan berbagai perangkat daerah yang menampilkan ide-ide kreatif dalam pelayanan publik.
Sarkani menjelaskan bahwa inovasi Tim Medis Damkar lahir dari kebutuhan di lapangan untuk menghadirkan layanan medis cepat tanggap dalam setiap insiden kebakaran, kecelakaan, atau kondisi darurat lainnya.
“Kami ingin memastikan setiap penanganan di lapangan tidak hanya fokus pada api, tetapi juga pada keselamatan korban. Tim medis kami hadir untuk memberikan pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Prestasi ini, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa Disdamkartan Bontang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern, yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan empati dalam pelayanan publik.
Capaian Disdamkartan Bontang ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi perangkat daerah lain untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Pemerintah Kota Bontang melalui Bapperida menegaskan bahwa ajang BIA bukan sekadar lomba, tetapi ruang apresiasi bagi ide-ide progresif yang memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.
“Kami akan terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Bontang, terutama dalam aspek keselamatan dan pelayanan tanggap darurat,” pungkas Sarkani.
Sementara itu, Juara I Kategori Perangkat Daerah berhasil diraih oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang melalui inovasi Jelita (Jelajah Literasi Anak) yang berfokus pada peningkatan minat baca di kalangan pelajar.




