KAREBAKALTIM.com, Jakarta – Dampak penutupan Selat Hormuz makin terasa di seluruh dunia. Itu terbukti dari harga minyak mentah dunia yang melonjak lebih dari dua persen pada awal perdagangan Selasa (17/3/2026). Hal itu dipicu kekhawatiran pasokan global yang semakin ketat akibat terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz.
Mengutip Reuters dari tirto.id, kontrak Brent naik 2,5 persen ke level 102,69 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,6 persen menjadi 95,92 dolar AS per barel. Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah dunia juga dipengaruhi oleh eskalasi yang masih panas di Timur Tengah.
“Pesan yang saling bertentangan datang dari pemerintahan Trump mengenai durasi perang, sementara pasar lebih fokus pada perkembangan di lapangan yang masih menunjukkan eskalasi,” kata kepala riset energi di MST Marquee, Saul Kavonic, dikutip tirto dari CNBC.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan AS mengizinkan kapal tanker minyak Iran melintasi Selat Hormuz. Namun, rencana pembentukan koalisi pengawal kapal tanker belum sepenuhnya terealisasi, meski sebelumnya dilaporkan oleh The Wall Street Journal.
“Skala gangguan pasokan minyak yang begitu besar membuat pasar sulit menemukan solusi yang memadai,” kata kepala strategi komoditas di ING, Warren Patterson.
“Meski pemerintahan AS telah menggaungkan ide jaminan asuransi dan pengawalan angkatan laut, keduanya belum juga terealisasi,” tambah Patterson. (int)



