Kutai Kartanegara, KAREBAKALTIM.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) bersama Balai Guru Penggerak (BGP) Kalimantan Timur menggelar lokakarya ke-5 Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) di SMP Negeri 2 Tenggarong, Sabtu (28/10/2023).
Kepala Disdikbud Kukar Tauhid Afrilian Noor melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan, Joko Sampurno, mengatakan lokakarya tersebut diikuti oleh 23 orang Calon Guru Penggerak (CGP) dan 5 guru pengajar praktik dari tingkat SD, SMP, SMK di Kukar.
Joko menuturkan, lokakarya tersebut merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan di kabupaten/kota seluruh Indonesia.
“Lokarkaya ini bertujuan agar CGP mampu mengidentifikasi kompetensi yang sudah berkembang maupun yang belum berkembang,” kata Joko.
Selain itu, lokakarya ini juga mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pengembangan kompetensi diri calon penggerak dan calon guru penggerak agar mampu menyusun rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak.
“Apa bila hal itu dilakukan atau dimiliki, maka lokakarya ke-5 bisa dikatakan berhasil,” kata Joko.
Joko menyebutkan, lokakarya akan berakhir pada November 2023 dan diakhiri dengan panen raya hasil belajar program guru penggerak.
Dia berharap, setelah mengikuti lokakarya, para calon guru penggerak dapat menyampaikan perkembangan pembelajaran yang ada di sekolah masing-masing.
“Jadi lokakarya ini dilakukan setiap satu bulan sekali untuk mengetahui perkembangan proses pembelajaran maupun pendampingan yang dilakukan oleh guru di tempat mereka mengajar,” pungkasnya. (ADV/DISDIKBUDKUKAR)
