KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Untuk memastikan penanganan cepat terhadap berbagai situasi kedaruratan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang kini mengoptimalkan layanan darurat melalui Hotline 24 jam serta WhatsApp Layanan Darurat.
Penguatan layanan ini dilakukan di tengah meningkatnya laporan masyarakat terkait ancaman kebakaran, keberadaan hewan liar, hingga insiden pohon tumbang di sejumlah titik kota.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, menegaskan bahwa hotline darurat merupakan pintu utama yang menghubungkan masyarakat dengan tim penyelamat di lapangan. Ia memastikan bahwa seluruh kanal laporan beroperasi 24 jam penuh tanpa henti sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin keamanan warganya.
“Kami memastikan seluruh laporan masyarakat akan direspons secepat mungkin. Hotline ini beroperasi 24 jam, sehingga warga bisa menghubungi kapan saja saat menemukan kondisi berbahaya,” ujarnya.
Menurut Amiluddin, respons cepat sangat dipengaruhi oleh keakuratan informasi yang diterima petugas. Karena itu, ia mengimbau warga agar menyampaikan laporan dengan lengkap, terutama terkait lokasi kejadian, jenis keadaan darurat, dan identitas pelapor.
“Semakin jelas laporan yang masuk, semakin cepat pula tim kami bergerak menuju lokasi. Informasi detail membantu proses verifikasi sebelum unit diberangkatkan,” jelasnya.
Selain hotline, Disdamkartan juga memaksimalkan layanan melalui WhatsApp Darurat, yang dinilai sangat membantu warga di situasi tertentu—misalnya saat tidak memungkinkan melakukan panggilan suara. Banyak laporan yang diterima dalam bentuk pesan teks, foto, hingga share location yang mempermudah petugas membaca kondisi di lapangan.
“Fasilitas ini kami sediakan agar masyarakat memiliki lebih dari satu opsi untuk meminta pertolongan. Banyak warga merasa lebih mudah mengirimkan foto situasi atau lokasi kejadian via WhatsApp,” tambahnya.
Layanan darurat Disdamkartan mencakup berbagai jenis kejadian, mulai dari kebakaran permukiman dan industri, evakuasi hewan liar seperti ular atau biawak, penanganan pohon tumbang, penanganan objek berbahaya, hingga permintaan bantuan penyelamatan lainnya.
“Setiap permintaan bantuan tetap diprioritaskan sesuai tingkat kedaruratannya. Tujuan utama kami adalah memastikan keselamatan warga berada pada posisi paling utama,” tegasnya.
Seluruh pos Disdamkartan, baik di Mako maupun pos pembantu, telah disiagakan untuk merespons laporan kapan pun diperlukan. Regu operasional disiapkan bekerja dalam sistem shift sehingga kesiapsiagaan berlangsung tanpa jeda.
Dengan meningkatnya kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan, masyarakat Bontang diimbau untuk tidak menunda laporan apabila menemukan situasi mencurigakan atau berisiko.
“Kami berharap warga dapat proaktif. Satu laporan cepat bisa menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah kerugian yang lebih besar,” tutup Amiluddin.



