KAREBAKALTIM.com, JAKARTA — Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani dinyatakan gugur setelah Israel sehari sebelumnya mengklaim telah membunuhnya dalam serangan yang ditargetkan. Ia gugur Bersama putranya, Morteza.
“Ruh suci para syuhada telah memeluk ruh yang disucikan dari hamba saleh Allah, syahid Dr. Ali Larijani. Setelah seumur hidup berjuang demi kejayaan Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya mencapai cita-cita lamanya, memenuhi panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih kedudukan mulia sebagai syahid di garis pengabdian,” bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran, seperti dikutip Tasnim, dari NU online.
Larijani gugur pada waktu sahur di bulan suci Ramadhan bersama putranya, Morteza, Wakil Keamanan Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Alireza Bayat, serta sejumlah pengawal setianya.
Dewan Keamanan Iran menilai, gugurnya para pemimpin tersebut akan membuat bangsa dan rakyat Iran semakin teguh dalam melanjutkan perjuangan. “Kesyahidan yang mulia ini adalah balasan yang pantas atas perjuangannya selama bertahun-tahun,” imbuh pernyataan tersebut.
Larijani, mengutip Al Jazeera, lahir pada 3 Juni 1958 di Najaf, Irak, dari keluarga kaya asal kota Amol, Iran. Ia meraih gelar sarjana di bidang Matematika dan Ilmu Komputer dari Universitas Teknologi Sharif pasa 1979. Kemudian pria berkacamata itu menyelesaikan gelar master dan doktor di bidang filsafat Barat dari Universitas Teheran, dengan menulis tesis tentang Immanuel Kant.
Larijani lalu berkarir di militer dan politik, hingga menjabat sebagai Dewan Keamanan Nasional Iran. Pada 13 Maret 2026, meskipun pembombardiran AS dan Israel terus berlanjut di ibu kota, Larijani turun ke jalan-jalan Teheran bersama Pezeshkian dan ribuan demonstran untuk memperingati Hari al-Quds—dukungan rakyat Iran untuk kemerdekaan Palestina. (int)



