KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Permasalahan genangan air di Jalan Awang Long, tepatnya di tikungan dekat Kantor KPU, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang. Meski perbaikan drainase telah dilakukan sebelumnya, kondisi di lapangan menunjukkan persoalan belum sepenuhnya teratasi.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang, Edi Suprapto, mengakui bahwa penanganan di kawasan tersebut masih belum tuntas karena sistem drainase yang belum terhubung secara menyeluruh.
“Memang belum tuntas seluruhnya. Drainase di seberangnya belum diperbaiki karena keterbatasan anggaran,” ujarnya, Sabtu (18/04/2026).
Sebagai solusi sementara, pihaknya akan membuat lubang resapan air di pinggir trotoar yang terhubung langsung ke parit agar genangan bisa lebih cepat surut saat hujan.
“Kami sebelumnya sudah buat lubang sementara, tapi sempat tertutup. Bulan Mei ini akan kami buat lubang resapan permanen,” jelasnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat mengurangi genangan yang selama ini kerap muncul saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Supaya air yang sempat tertahan di jalan bisa cepat mengalir ke parit,” tambahnya.
Namun di sisi lain, kondisi ini masih dikeluhkan warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (15/04/2026) kembali menyebabkan genangan dengan ketinggian mencapai mata kaki orang dewasa.
Air terlihat menggenangi ruas jalan dari depan Pengadilan Negeri hingga kawasan toko pakaian bekas Mahamuza, mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga sekitar.
Salah satu pemilik toko, Restu, menyebut kondisi tersebut belum banyak berubah meski perbaikan drainase telah dilakukan pada 2025 lalu.
“Masih menggenang, bisa dilihat sendiri airnya di jalan,” ujarnya. (Adv)
