KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Kebutuhan jaringan gas (jargas) di Kota Bontang masih belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total usulan sebanyak 4.034 sambungan rumah tangga yang diajukan ke pemerintah pusat, baru 2.000 yang disetujui untuk tahun 2026.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Bontang, Moch Arif Rochman, mengungkapkan sebagian usulan tersebut belum dapat direalisasikan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).
“Alhamdulillah dari usulan 4.034 sambungan, yang disetujui sebanyak 2.000 dan akan direalisasikan pada 2026 ini,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Artinya, masih terdapat 2.034 sambungan rumah tangga yang belum mendapatkan persetujuan, termasuk 944 sambungan di wilayah Bontang Lestari yang hingga kini belum terjangkau jaringan gas kota.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut belum terakomodasinya sebagian usulan tersebut disebabkan keterbatasan infrastruktur, khususnya belum tersedianya pipa induk menuju wilayah Bontang Lestari.
Menurutnya, tanpa dukungan pipa induk, perluasan jaringan gas ke kawasan tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat.
“Bontang Lestari dan sisa pemasangan yang belum dikabulkan akan kami usulkan kembali pada 2027,” ujarnya.
Sementara itu, tambahan 2.000 sambungan yang telah disetujui akan melengkapi program jargas yang sudah berjalan sejak 2025. Sebelumnya, Bontang telah memperoleh alokasi 10.553 sambungan rumah tangga dari pemerintah pusat yang saat ini masih dalam proses pemasangan hingga 2026.
Dengan demikian, total sambungan jargas di Bontang mencapai 12.533 rumah tangga. Namun, pemerintah daerah menegaskan akan terus memperjuangkan sisa kebutuhan yang belum terpenuhi agar pemerataan akses energi dapat segera terwujud di seluruh wilayah.(ADV)
