KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Semangat kebersamaan terasa kuat sejak pagi hari di Auditorium Gedung 3 Dimensi, Senin (31/03/2026).
Ratusan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kota Bontang berkumpul dalam kegiatan “Reviu dan Penguatan Kader TPK”, sebagai langkah strategis memperkuat upaya pencegahan stunting dari tingkat keluarga.
Kegiatan yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang ini secara resmi dibuka oleh Kepala DP3AKB Bontang, Eddy Forest.
Dalam sambutannya, Eddy menegaskan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak dalam mendampingi keluarga, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“TPK ini adalah garda terdepan. Keberhasilan penanganan stunting sangat ditentukan oleh kerja-kerja pendampingan di tingkat keluarga. Karena itu, penguatan kapasitas kader menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa intervensi harus dilakukan sejak hulu, dengan memastikan setiap keluarga sasaran mendapatkan pendampingan yang optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum pertemuan rutin, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kapasitas, menyatukan persepsi, serta memperkuat sinergi para kader di lapangan.
Pendampingan yang dilakukan menyasar kelompok prioritas, seperti ibu hamil, ibu pasca persalinan, serta anak usia di bawah dua tahun. Tim TPK yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan tenaga KB berperan aktif memberikan layanan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan kesehatan hingga edukasi pengasuhan.
Melalui pendekatan personal, deteksi dini terhadap risiko kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga penanganan bisa segera diberikan.
Melalui langkah ini, DP3AKB Bontang menegaskan komitmennya dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi lahirnya generasi emas.
“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis angka stunting di Kota Bontang dapat terus ditekan,” tutup Eddy.
Materi penguatan dalam kegiatan ini disampaikan oleh Jamila Suyuthi, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang KBK3. Ia menekankan pentingnya peran kader dalam memastikan intervensi tepat sasaran melalui pemanfaatan data dan teknologi.
“Sinkronisasi data menjadi kunci agar intervensi tidak meleset. Selain itu, penggunaan aplikasi Elsimil harus dioptimalkan sebagai alat monitoring kondisi keluarga secara real-time,” jelas Jamila.
Selain itu, kader juga didorong untuk meningkatkan edukasi kepada orang tua terkait pemenuhan gizi seimbang dan stimulasi tumbuh kembang anak, serta membantu memfasilitasi akses layanan kesehatan dan bantuan sosial.
Dalam kegiatan ini, turut dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh kelurahan se-Kota Bontang sebagai bentuk dukungan terhadap operasional TPK di lapangan.(ADV)
