KAREBAKALTIM.com,BONTANG – Wilayah Bontang Utara masih tercatat sebagai kawasan dengan genangan banjir terluas dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, secara umum tren luas genangan banjir di Kota Bontang menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data tahunan sejak 2019 hingga 2025, metode pencatatan yang digunakan mengacu pada luas genangan terbesar dalam satu tahun.
Kepala Bidang Pembangunan Perekonomian, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Bontang, Noni Agatha mengatakan bahwa pendekatan ini dipakai untuk memberikan gambaran paling nyata terkait dampak terburuk yang dialami suatu wilayah.
“Data yang kami gunakan adalah luas genangan terbesar dalam satu tahun. Jadi kalau terjadi beberapa kali banjir, yang dicatat adalah kejadian dengan dampak paling luas,” ujarnya belum lama ini.
Ia menjelaskan, metode ini juga mempertimbangkan kemungkinan adanya perbedaan lokasi terdampak pada setiap kejadian banjir. Dengan begitu, data yang tersaji dinilai lebih representatif dalam menggambarkan kondisi riil di lapangan.
“Bisa saja suatu kelurahan tidak terdampak di awal tahun, tetapi mengalami banjir besar di akhir tahun. Tetap kami masukkan, karena itu mencerminkan kondisi terburuk yang pernah terjadi,” tambahnya.
Dari sisi wilayah, Bontang Utara masih mendominasi dengan luas genangan terbesar. Pada 2019, luas genangan di kawasan ini mencapai 313,69 hektare.
Angka tersebut terus mengalami penurunan hingga menjadi 78,85 hektare pada 2026, berdasarkan data sementara.
Penurunan signifikan juga terjadi di Bontang Selatan, dari 100,78 hektare pada 2019 menjadi hanya 5,98 hektare pada 2026.
Sementara itu, Bontang Barat menunjukkan pola yang cenderung fluktuatif, meski secara umum tetap mengalami tren penurunan dibandingkan tahun-tahun awal.
“Secara keseluruhan ada perbaikan, terlihat dari tren yang menurun. Tapi memang Bontang Utara masih menjadi wilayah dengan genangan terluas,” ungkapnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penanganan banjir mulai memberikan hasil positif. Namun demikian, pekerjaan rumah masih tersisa, khususnya dalam mengatasi persoalan banjir di Bontang Utara yang hingga kini masih menjadi titik paling terdampak di Kota Bontang.
“Bontang utara sejauh ini masih paling besar terdampaknya,” tukasnya.(ADV)



