KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni menjelaskan bahwa rencana pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP) di Kantor Wali Kota Bontang bertujuan untuk efisiensi jangka panjang sekaligus memperbaiki tampilan bangunan pemerintahan yang menjadi ruang publik bagi masyarakat.
Menurutnya, sejak gedung kantor wali kota dibangun, bagian luar bangunan belum pernah mendapatkan perawatan besar. Kondisi tersebut membuat dinding bangunan ditumbuhi lumut dan terlihat kurang rapi.
“Kalau kantor wali kota itu sejak dibangun memang belum pernah disentuh. Jadi banyak sekali lumutnya dan tidak indah dilihat. Sementara saya orangnya suka yang rapi,” ujarnya kepada awak media, Rabu (4/3/2026).
Ia menilai penggunaan ACP bisa menjadi solusi perawatan jangka panjang. Selama ini, perawatan gedung hanya dilakukan dengan pengecatan ulang yang harus dilakukan secara berkala. Dengan pemasangan ACP, perawatan diharapkan lebih tahan lama dan efisien.
Meski demikian, ia menegaskan juka pihaknya tetap akan memperhatikan penggunaan anggaran. Pemerintah Kota Bontang akan berupaya menekan biaya pemasangan agar tetap efisien.
“Nanti kita lihat kalau bisa harganya lebih dipres, tentu akan kita pres supaya lebih efisien,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya menekankan bahwa kantor wali kota bukanlah rumah pribadi ataupun rumah jabatan wali kota. Menurutnya, bangunan tersebut merupakan ruang publik yang menjadi tempat masyarakat beraktivitas dan berinteraksi dengan pemerintah.
“Ini bukan rumah jabatan wali kota. Ini rumahnya rakyat. Ruang publik tempat masyarakat berkonsultasi, berkumpul, dan tempat ribuan ASN bekerja melayani warga,” tegasnya.
Karena itu, ia ingin seluruh sarana publik di Kota Bontang terlihat bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat. Ia juga mencontohkan pengalamannya saat mengunjungi salah satu daerah yang menurutnya kurang memperhatikan kebersihan lingkungan kantor pemerintahan.
“Saya pernah ke salah satu kota, saya lihat halamannya tidak dicat dan terlihat kotor. Saya tidak usah sebut namanya. Memang kita harus efisiensi anggaran, tapi bukan berarti sampai mengabaikan keindahan dan kerapian,” ujarnya.
Katanya, menjaga kebersihan dan kerapian fasilitas publik merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, saat pertama kali dilantik sebagai wali kota, ia mengaku cukup terkejut melihat kondisi beberapa fasilitas di lingkungan kantor pemerintahan.
“Waktu saya baru dilantik, saya lihat kamar mandi saja kotor sekali. Saya tidak bisa melihat kondisi seperti itu. Itu kan juga potret pelayanan kita,” tukasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Bontang akan terus berupaya menata berbagai fasilitas publik agar lebih tertata, bersih, dan nyaman.(ADV)



