KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Rencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang untuk membangun pos jaga baru di wilayah Berbas Pantai, tepatnya di kawasan sekitar mangrove, hingga kini belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Padahal, kawasan tersebut dikenal sebagai wilayah padat penduduk yang membutuhkan waktu respons cepat jika terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengungkapkan bahwa proses pengajuan proposal pembangunan pos tersebut telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang dalam menentukan kebijakan.
“Kami sudah membuat proposal, kami ajukan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Bukan di kami aturannya, jadi kami menunggu keputusan dari kebijakan,” jelas Amiluddin, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, secara kebutuhan lapangan, keberadaan pos di Berbas Pantai sangat mendesak. Kepadatan penduduk serta kondisi permukiman yang saling berdekatan membuat potensi penyebaran api sangat cepat apabila penanganan tidak dilakukan dalam waktu singkat.
Selain itu, kondisi geografis Berbas Pantai membuat akses menuju lokasi membutuhkan waktu lebih lama jika hanya mengandalkan pos pemadam yang sudah ada.
Meski begitu, Amiluddin menilai persoalan terbesar bukan pada pembangunan fisik, melainkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Untuk menjalankan satu pos pemadam, dibutuhkan sekitar 24 personel, yang harus dibagi ke dalam tiga sif jaga. Sementara saat ini, Disdamkartan masih harus memaksimalkan personel yang terbatas dengan beban kerja yang semakin berat.
“Sementara ini kami belum bisa penuhi kebutuhan personel baru. Jadi harus memaksimalkan regu yang ada dulu,” jelasnya.
Soal fasilitas, Amiluddin menegaskan bahwa pihaknya tidak menuntut bangunan mewah. Yang paling penting adalah tersedianya tempat bagi petugas untuk berteduh serta area yang cukup untuk parkir kendaraan operasional.
“Posnya mau konsep panggung atau sederhana tidak masalah. Bagi kami tidak perlu bangunan mewah, yang penting ada tempat untuk petugas berteduh dan ada lahan untuk armada,” katanya.
Untuk mendukung operasional pos baru tersebut, Disdamkartan minimal membutuhkan dua unit armada pemadam yang siap siaga di lokasi.




