KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Rencana penambahan pos pemadam kebakaran (Damkar) di Guntung kemungkinan besar belum dapat terealisasi tahun depan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada armada atau kesiapan lokasi, melainkan keterbatasan personel.
“Masalahnya ada pada personel. Tahun depan belum tahu bisa atau tidak, karena izin perekrutan sekarang tidak sembarangan,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Ia menegaskan, kebijakan kepegawaian kini jauh lebih ketat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Jika dulu perekrutan personel dapat dilakukan lebih fleksibel, saat ini membutuhkan proses panjang dan persetujuan dari berbagai pihak, termasuk pertimbangan anggaran.
Menurutnya, dari sisi sarana dan prasarana, Disdamkartan sebenarnya cukup siap. Armada bisa dibagi jika pos baru dibuka. “Armada tidak ada masalah. Bisa saja kami bagi,” ucapnya.
Lahan dan bangunan untuk pos juga dinilai siap ditempati. Namun tanpa SDM mencukupi, pembukaan pos tetap tidak dapat dilakukan. Saat ini, jumlah personel operasional Damkar berada dalam kondisi “pas-pasan”. Tidak ada pegawai yang bisa dipindah atau disiagakan di tempat baru.
“Kami butuh sekitar 28 orang untuk empat regu. Satu regu idealnya tujuh personel,” jelasnya.
Keterbatasan SDM ini juga berdampak pada penanganan kejadian di wilayah pinggiran yang membutuhkan waktu tempuh lebih panjang. Amiluddin mencontohkan peristiwa kebakaran di Teluk Pandan beberapa waktu lalu. Seandainya pos terdekat seperti Berbas Pantai sudah beroperasi penuh, respons bisa lebih cepat. “Kalau ada pos di sana sebenarnya lebih dekat. Tapi karena belum siap, akhirnya kami yang turun tangan,” tandasnya.




