KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran terus digencarkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang. Kali ini, edukasi langsung diberikan kepada ibu-ibu Kelompok Dasawisma Gunung Wilis RT 26, Kelurahan Gunung Telihan, melalui sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang berlangsung dalam suasana santai di tengah kegiatan arisan warga, pertengahan bulan ini.
Kegiatan ini digelar setelah kelompok Dasawisma mengajukan permintaan resmi kepada Disdamkartan untuk memperoleh pembekalan keselamatan. Merespons cepat, tim penyuluhan diterjunkan ke lokasi guna memberikan pemahaman menyeluruh mengenai potensi dan risiko kebakaran yang berpotensi muncul di lingkungan permukiman.
Sosialisasi dipimpin langsung oleh Nyoto Siswoyo, Petugas Penyuluh Lapangan Disdamkartan, dengan dukungan anggota Relawan Kebakaran (Redkar) Gunung Telihan. Sejak awal kegiatan, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar tentang sumber-sumber kebakaran di rumah, yang kerap dianggap sepele namun memiliki risiko besar.
Dalam pemaparannya, Nyoto menegaskan bahwa pemahaman mengenai bahaya kebakaran harus dimiliki seluruh keluarga, terutama ibu rumah tangga yang paling sering beraktivitas di dapur dan area rumah lainnya.
“Mayoritas insiden kebakaran bermula dari rumah, jadi pengetahuan antisipasi perlu dimiliki setiap keluarga. Pelatihan seperti ini membantu warga lebih siap menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.
Ia juga menguraikan berbagai contoh kebiasaan sehari-hari yang menjadi pemicu utama kebakaran, mulai dari penggunaan kompor yang tidak diawasi, instalasi listrik yang tidak sesuai standar, hingga penyimpanan bahan mudah terbakar tanpa pengamanan. Menurutnya, hal-hal kecil yang sering diabaikan itu justru dapat memunculkan risiko besar bila tidak ditangani dengan benar.
“Kadang pemicu kebakaran sangat sederhana tetapi sering diabaikan. Kami ingin ibu-ibu memahami titik rawan di rumah dan apa yang harus dilakukan bila terjadi percikan api,” tambahnya.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan menyaksikan langsung praktik penanganan awal menggunakan alat pemadam api sederhana atau APAR. Tim juga memberikan panduan tentang cara melapor ke layanan darurat, agar langkah pertama warga saat insiden terjadi bisa lebih terarah dan tidak panik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperluas jangkauan edukasi keselamatan kebakaran hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Disdamkartan Bontang menilai permintaan penyuluhan dari kelompok Dasawisma merupakan bentuk kesadaran positif yang perlu ditiru kelompok warga lainnya.
“Kami mendorong kelompok-kelompok warga lain untuk ikut mengajukan permintaan penyuluhan agar pemahaman tentang pencegahan kebakaran semakin merata di Kota Bontang,” pungkasnya.



