KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Aktivitas pagi di Kantor Perpustakaan Daerah mendadak berubah menegangkan setelah seekor ular piton muncul di lingkungan kantor, Rabu (19/11/2025). Keberadaan reptil tersebut membuat pegawai waspada dan segera meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang untuk melakukan evakuasi.
Laporan awal diterima oleh anggota Disdamkartan sekitar pukul 08.00 WITA. Tanpa menunda waktu, Rescue Regu 2 Mako langsung dikerahkan menuju lokasi menggunakan satu unit mobil operasional rescue serta satu unit kendaraan roda dua. Setiba di tempat kejadian pada pukul 08.10 WITA, petugas segera melakukan penyisiran di area lokasi untuk memastikan posisi ular dan potensi ancaman terhadap pegawai maupun pengunjung perpustakaan.
Proses evakuasi berlangsung cepat namun tetap mengutamakan keselamatan. Tim menggunakan alat pelindung diri lengkap serta grab khusus untuk menangkap ular tanpa membahayakan petugas. Setelah melakukan pendekatan perlahan dan memastikan ruang aman, ular akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 08.30 WITA. Reptil tersebut kemudian dibawa keluar dari area kantor untuk ditangani lebih lanjut.
Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, menjelaskan bahwa laporan mengenai ular yang masuk ke area perkantoran maupun permukiman memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. “Kami menerima laporan adanya ular piton di lingkungan Perpustakaan Daerah dan langsung menurunkan petugas. Ular berukuran sedang tetap bisa membahayakan, terutama jika berada di area publik dengan banyak aktivitas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa respons cepat dilakukan agar situasi tidak berkembang menjadi ancaman bagi pegawai atau masyarakat yang berkunjung. “Penanganan dilakukan secara terukur. Petugas memastikan area aman sebelum mengevakuasi ular agar tidak menimbulkan risiko bagi warga,” jelasnya.
Petugas yang diterjunkan dalam penanganan tersebut terdiri dari Ryan Muhamad, JHO, Rahmad Ilham, Allan Darmawan, dan Aswar A. Semua bergerak sesuai prosedur hingga proses evakuasi dinyatakan berhasil dan lokasi kembali aman.
Disdamkartan juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika menemukan hewan melata di lingkungan sekitar, terutama di musim penghujan yang membuat habitat satwa liar berubah. “Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat kami bisa mengamankan lokasi,” tegas Sarkani.
Dengan penanganan sigap ini, kegiatan di Kantor Perpustakaan Daerah pun kembali berlangsung normal tanpa gangguan. Disdamkartan memastikan siap siaga 24 jam untuk merespon setiap laporan kedaruratan yang berkaitan dengan satwa berbahaya di Kota Bontang.




