KAREBAKALTIM.com, BONTANG—Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang kembali melakukan penanganan non-kebakaran dengan risiko tinggi. Kali ini, tim Rescue Regu 1 (Alpa) diterjunkan untuk mengevakuasi bekas menara masjid yang tidak lagi digunakan di halaman Masjid Firdaus Pemkot, Jalan Awang Long, Selasa (18/11/2025).
Laporan berasal dari Pak Bahri, perwakilan pengurus masjid yang merasa khawatir dengan keberadaan struktur menara tua tersebut. Kondisinya dinilai membahayakan karena material bangunan sudah rapuh dan berpotensi roboh saat angin kencang atau saat area masjid dipadati jemaah.
Disdamkartan menerima laporan pada pagi hari dan langsung mengerahkan armada rescue pada pukul 10.00 WITA. Penanganan berjalan panjang dan penuh perhitungan karena menara memiliki struktur tinggi dan berat. Tim tidak bisa melakukan pemotongan sembarangan tanpa mempertimbangkan arah jatuh dan potensi kerusakan di area sekitar.
Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, yang memimpin langsung proses evakuasi tersebut, menyebut bahwa penanganan membutuhkan metode teknis khusus. “Kami mendapat laporan terkait bekas menara masjid yang sudah tidak terpakai dan berpotensi membahayakan. Tim diterjunkan lengkap karena struktur menara ini memerlukan penanganan yang hati-hati,” ujarnya.
Selama proses evakuasi, Disdamkartan tidak hanya menurunkan personel rescue, tetapi juga menghadirkan tim mekanik untuk memastikan keamanan peralatan serta teknik pemotongan. Proses berlangsung hampir lima jam, dari pukul 10.00 hingga selesai pada 15.10 WITA.
Sarkani menegaskan bahwa keselamatan jemaah dan warga sekitar menjadi alasan utama dilakukannya eksekusi ini. Ia menyebut bahwa struktur lama seperti menara masjid yang tidak lagi difungsikan sering kali luput dari perhatian, padahal dapat menjadi ancaman serius. “Kami mengimbau masyarakat dan pengurus tempat ibadah agar segera melapor jika menemukan bangunan yang berisiko roboh. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat kami dapat melakukan penanganan,” katanya.
Penanganan ini melibatkan sejumlah personel, termasuk Pak Norman, Rescue Regu 1, tenaga medis Tri Ayu, mekanik Disdamkartan, serta anggota lapangan seperti Alpian dan Jumali. Kolaborasi seluruh tim membuat proses evakuasi berjalan lancar tanpa gangguan aktivitas ibadah di masjid.
Dengan selesainya penanganan ini, area halaman Masjid Firdaus kini kembali aman untuk masyarakat dan jemaah. Disdamkartan Bontang menegaskan komitmennya untuk terus sigap menangani berbagai potensi bahaya di lingkungan warga.



