KAREBAKALTIM.com, Bontang – Keberadaan seekor ular cobra di kawasan mini soccer Kampung Baru menggegerkan warga dan pengunjung yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut, Rabu (26/11/2025) malam. Reptil berbisa itu diketahui berada di sekitar area lapangan sehingga memicu kekhawatiran akan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan pemain yang kerap berlatih di tempat tersebut.
Laporan pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang pada pukul 19.41 Wita dari seorang warga bernama Andri. Tak berselang lama, tim Rescue Regu 4 (Delta) langsung diberangkatkan ke lokasi pada pukul 19.44 Wita dengan menggunakan armada roda empat.
Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, membenarkan adanya operasi evakuasi ular berbisa tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan dilakukan dengan cepat, namun tetap mengutamakan faktor keselamatan petugas dan masyarakat sekitar.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi. Ular jenis cobra tergolong sangat berbahaya karena bisanya. Oleh karena itu, penanganannya tidak boleh sembarangan,” ujar Sarkani saat dikonfirmasi.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan sterilisasi area untuk menghindari interaksi langsung antara warga dengan ular tersebut. Dengan menggunakan alat khusus penangkap ular, tim yang terdiri dari Abdullah, Yudha S., Misbah, Sultan Sadik, dan M. Fhaiz melakukan pencarian dan penyergapan secara hati-hati.
Setelah proses yang cukup menegangkan, ular cobra berhasil diamankan dan dieksekusi pada pukul 20.20 Wita. Seluruh rangkaian penanganan pun berjalan lancar tanpa adanya korban, baik dari pihak masyarakat maupun petugas rescue.
Sarkani mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila menjumpai satwa liar berbahaya di lingkungan sekitar. Ia menegaskan pentingnya peran warga untuk segera melapor dan tidak mencoba menangani sendiri ular atau hewan berbahaya lainnya.
“Risiko gigitan sangat tinggi. Prinsip kami, keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Kawasan mini soccer Kampung Baru pun kembali dinyatakan aman pasca-evakuasi. Aktivitas warga dapat berjalan normal, dan pengelola lapangan diharapkan lebih waspada dengan melakukan pembersihan area secara rutin.
Menurut Sarkani, keberadaan ular di kawasan permukiman sering kali dipicu oleh perubahan habitat dan kondisi lingkungan. Ia memastikan Disdamkartan Bontang akan terus meningkatkan kesiapsiagaan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Bontang dalam menghadapi potensi ancaman dari satwa liar, kebakaran, maupun kondisi darurat lainnya. (Adv)




