KAREBAKALTIM.com, Bontang – Warga dibuat resah oleh kemunculan seekor ular pyton yang memangsa ternak di kawasan permukiman, Selasa (25/11/2025) pagi. Tak ingin risiko membesar dan membahayakan keselamatan warga, regu rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang langsung bergerak menindaklanjuti laporan darurat yang masuk melalui layanan telepon 113.
Laporan diterima pada Selasa pagi, dengan informasi adanya ular pyton yang telah memakan ternak milik warga. Regu 2 Mako Disdamkartan Bontang segera diberangkatkan menuju lokasi pukul 06.30 Wita dan tiba hanya dalam waktu sepuluh menit, tepat pada pukul 06.40 Wita.
Dengan membawa satu unit mobil operasional rescue roda empat, petugas langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih 40 menit, dan pada pukul 07.20 Wita, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, menjelaskan bahwa respons cepat menjadi kunci utama dalam menangani kejadian berisiko seperti kemunculan satwa liar di lingkungan permukiman.
“Kami langsung menerjunkan tim begitu menerima laporan dari warga. Penanganan dilakukan dengan standar keselamatan, menggunakan APD lengkap serta peralatan khusus seperti grab, stick, dan karung agar ular bisa ditangkap tanpa melukai petugas maupun masyarakat,” terang Sarkani.
Ia menambahkan, keberadaan ular pyton di wilayah padat penduduk merupakan ancaman serius, terutama jika sudah memangsa hewan ternak. Selain kerugian materi, risiko serangan terhadap manusia juga sangat tinggi, terutama jika ular merasa terancam.
“Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar. Warga juga cukup kooperatif dan membantu menunjukkan lokasi terakhir ular terlihat,” tambahnya.
Dalam operasi ini, regu rescue terdiri dari Ryan Muhamad, JHO, Rahmad Ilham, Akbar selaku pengemudi, serta Aswar A. Seluruh personel bekerja dengan koordinasi yang solid hingga ular berhasil diamankan dan situasi kembali aman.
Sarkani pun mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri jika menjumpai ular atau hewan liar di sekitar rumah. Menurutnya, tindakan nekat justru dapat berakibat fatal.
“Segera laporkan ke Damkar melalui nomor darurat 113. Jangan mencoba menangkap sendiri, karena berisiko tinggi,” pesannya.
Keberhasilan evakuasi ini kembali menegaskan peran penting Damkar Bontang bukan hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga dalam misi penyelamatan dan perlindungan masyarakat dari potensi bahaya di lingkungan sekitar. (Adv)




