KAREBAKALTIM.com, Bontang – Rencana penguatan layanan pemadaman kebakaran di kawasan pesisir kembali dibahas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang. Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengungkapkan bahwa wilayah pesisir memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan perhatian berbeda, terutama terkait armada dan aksesibilitas.
Menurutnya, kebutuhan utama sebuah pos pemadam di daerah pesisir bukanlah bangunan besar atau fasilitas mewah, melainkan tempat istirahat memadai, area berteduh, serta akses air yang mudah.
“Bagi kami, yang terpenting adalah tersedia tempat istirahat petugas, lokasi berteduh, dan yang paling penting akses untuk mendapatkan air. Itu sudah cukup sebagai pendukung operasional,” jelas Amiluddin.
Ia menegaskan bahwa secara geografis, kawasan pesisir tidak memberikan banyak kendala dari sisi lahan, namun tantangan justru muncul pada sarana transportasi. Mobil pemadam berukuran besar dinilai tidak efektif untuk menjangkau jalanan sempit atau kontur wilayah pesisir tertentu.
Karena itu, Disdamkartan mempertimbangkan penggunaan kendaraan pemadam berukuran lebih kecil, seperti armada pemadam empat roda. Meski kapasitas tangki airnya lebih sedikit, kemampuan pemadaman tetap dapat diandalkan dan tidak kalah dari unit besar.
“Kalau nanti pos pesisir terealisasi, tentu armadanya harus cocok dengan kondisi lapangan. Mobil besar tidak mungkin digunakan. Tapi untuk unit kecil, fungsinya tetap sama. Hanya kapasitas air yang berkurang, bukan kemampuan penyemprotannya,” ungkapnya.
Untuk menutup keterbatasan kapasitas air, Disdamkartan menyiapkan sistem supply dari unit lain yang bisa menjangkau lokasi lebih leluasa. Dengan cara ini, proses pemadaman tetap berjalan optimal.
“Kami tinggal lakukan suplai dari luar, dari titik yang memungkinkan dijangkau. Dengan begitu fungsi penyemprotan tidak berkurang sama sekali,” imbuhnya.
Rencana pengadaan pos pesisir ini menjadi bagian dari strategi pemerataan layanan pemadaman di Kota Bontang. Amiluddin memastikan bahwa pihaknya terus mempelajari kebutuhan teknis serta menyesuaikan armada agar setiap wilayah dapat terlayani secara efektif dan cepat. (Adv)




