KAREBAKALTIM.com, Bontang – Tantangan penanganan kebakaran di kawasan pemukiman padat dan gang sempit di Kota Bontang menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan). Kendaraan pemadam berukuran besar tidak memungkinkan masuk ke banyak titik permukiman, khususnya di kawasan pesisir dan wilayah padat penduduk.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, menyebutkan bahwa kondisi ini menjadi alasan kuat bagi pihaknya untuk mengajukan kendaraan pemadam berukuran kecil atau fire mini. Armada empat roda tersebut dianggap lebih taktis dan mampu menjangkau lokasi-lokasi yang selama ini sulit dijangkau.
“Kita butuh kendaraan mini untuk akses gang sempit. Mobil besar tidak mungkin masuk. Kalau dipaksakan, respons akan terlambat dan itu berisiko besar,” jelasnya.
Selain fire mini, Disdamkartan juga merencanakan sistem mobilisasi tambahan berupa kendaraan ringan lain yang nanti disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Ia menegaskan bahwa kebijakan penambahan armada tidak hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk meningkatkan keselamatan warga.
Selain pemukiman darat, kawasan pesisir juga menjadi fokus layanan. Struktur rumah kayu dan jarak bangunan yang rapat membuat risiko kebakaran meningkat. Karena itu, armada kecil menjadi solusi yang lebih fleksibel.
“Di pesisir itu risiko tinggi. Mobil besar tidak bisa masuk, jadi kita butuh armada yang cepat dan lincah,” terangnya.
Pengajuan armada tambahan akan dibahas pada APBD 2026. Disdamkartan menargetkan satu unit fire mini dapat direalisasikan sebagai tahap awal pemenuhan kebutuhan mendesak. (Adv)




