KAREBAKALTIM.com, Bontang – Meskipun memiliki lima titik pos pemadam, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang mengakui bahwa jumlah armada yang dimiliki masih belum ideal. Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, menyebutkan bahwa pembagian armada saat ini mengacu pada kemampuan anggaran dan prioritas wilayah.
Data sementara menunjukkan bahwa jumlah armada di setiap pos masih terbatas, yakni satu unit di Pos Berbas, Pos Bontang Barat, dan Pos Loktuan, sementara Bontang Lestari memiliki dua unit. Namun secara ideal, setiap pos seharusnya memiliki satu unit fire truck dan satu unit water supply untuk menunjang penanganan kebakaran beragam skala.
“Pada prinsipnya, kebutuhan itu tidak pernah benar-benar terpenuhi. Idealnya satu pos punya satu fire dan satu water supply. Tapi kondisi kita sekarang belum sampai ke titik itu,” ungkap Amiluddin.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pemadam kebakaran menuntut peningkatan kapasitas armada. Tidak hanya soal jumlah, tetapi juga jenis kendaraan yang harus menyesuaikan karakteristik wilayah kota. Misalnya, kawasan permukiman dengan gang sempit, pesisir, hingga area urban yang padat membuat kebutuhan kendaraan kecil dan lincah semakin penting.
Menurutnya, kekurangan armada ini tidak bisa dianggap sepele. Tanpa peralatan dan kendaraan yang memadai, risiko kerugian akibat kebakaran dapat meningkat drastis.
“Teknologi makin berkembang. Kita juga harus menyesuaikan supaya kerugian warga bisa diminimalisir. Karena kalau armada kurang, respons bisa lebih lambat,” tambahnya.
Disdamkartan berharap agar kebutuhan armada bisa terpenuhi melalui penganggaran tahun-tahun berikutnya. Amiluddin menegaskan bahwa kelengkapan sarana ibarat benteng utama dalam menyelamatkan nyawa dan harta warga. (Adv)




