KAREBAKALTIM.com, Bontang – Sebuah kejadian unik kembali ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang. Kali ini, warga di kawasan Villa Aira, Bontang Kuala, meminta bantuan setelah telepon genggam miliknya terjatuh dan tenggelam ke laut pada Jumat (21/11/2025) sore.
Pelapor bernama Ila menghubungi anggota Damkar karena membutuhkan pertolongan segera untuk mengevakuasi ponsel yang diduga tenggelam di sela-sela papan rumah atas air. Melihat kondisi lokasi yang cukup menyulitkan warga, tim rescue langsung dikerahkan.
Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, mengatakan laporan diterima melalui salah satu anggota Damkar yang kebetulan berada di sekitar kawasan tersebut.
“Tim langsung diberangkatkan pukul 17.50 Wita dari Mako. Lima menit kemudian petugas sudah tiba di Villa Aira dan langsung melakukan assessment area,” jelas Sarkani.
Regu 2 Mako, yang diperkuat personel lintas regu—yakni Ryan Muhamad, JHO, Fais dari Regu 4, serta Allan Darmawan—menggunakan motor operasional serta satu unit mobil rescue untuk menjangkau lokasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang mengingat area Bontang Kuala memiliki struktur bangunan kayu di atas air dengan celah sempit. Petugas harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan teknik pencarian manual untuk memastikan posisi ponsel dapat ditemukan tanpa membahayakan keselamatan.
“Medan di atas air selalu mengandung risiko. Kami bekerja hati-hati karena celah lantai yang kecil dan posisi barang yang sulit dijangkau. Beruntung, setelah upaya sekitar 30 menit, HP berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan kondisi aman,” terang Sarkani.
Seluruh proses penanganan selesai pada pukul 18.30 Wita, dan ponsel kemudian diserahkan kembali kepada pemiliknya. Meski tidak berdampak langsung bagi warga sekitar, respons cepat ini menjadi bukti bahwa Disdamkartan Bontang tidak hanya menangani kebakaran dan evakuasi hewan, tetapi juga siap membantu masalah non-kebakaran yang membutuhkan penanganan profesional.
Sarkani menegaskan bahwa layanan bantuan semacam ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Disdamkartan. “Kami melayani apa pun bentuk kedaruratan masyarakat, termasuk evakuasi benda yang berpotensi berbahaya atau sulit dijangkau. Prinsipnya, keselamatan warga adalah prioritas,” tegasnya.
Ia juga mengimbau warga agar tidak ragu menghubungi Disdamkartan apabila menghadapi kondisi serupa, terutama di kawasan pesisir yang rawan insiden barang jatuh ke laut atau tersangkut di celah bangunan. (Adv)




