KAREBAKALTIM.com, Bontang — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang mencatat telah mengevakuasi tiga ekor biawak yang masuk ke permukiman warga selama Oktober 2025. Hewan liar tersebut ditemukan di sejumlah lokasi padat penduduk dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengungkapkan ketiga biawak tersebut dievakuasi dari Jalan Kapal Fery Loktuan, Jalan Awang Long Bontang Baru, serta kawasan Jalan Pelabuhan Tanjung Laut Indah.
“Selama bulan Oktober, kami berhasil mengevakuasi tiga ekor biawak dari lingkungan permukiman warga. Lokasinya cukup beragam, dari pesisir hingga wilayah perkotaan,” ungkap Amiluddin, Senin (3/11/2025).
Ia menjelaskan, proses evakuasi tidak selalu berjalan mudah. Waktu penanganan tercepat tercatat hanya 18 menit, sementara yang paling lama membutuhkan waktu hingga 4 jam 5 menit. Lamanya proses evakuasi dipengaruhi beberapa faktor, seperti ukuran biawak, kondisi medan, serta perilaku hewan yang cenderung agresif ketika merasa terancam.
“Ada yang mudah karena langsung terlihat dan tidak masuk ke saluran air atau semak-semak. Tapi ada juga yang menyulitkan, karena bersembunyi di area tertutup dan bergerak sangat cepat,” jelasnya.
Amiluddin menambahkan, keberadaan biawak di permukiman sering kali dipicu oleh ketersediaan makanan, seperti sisa ikan, ayam ternak, atau hewan kecil lainnya. Selain itu, perubahan habitat di sekitar kawasan pesisir juga mendorong satwa liar masuk ke wilayah permukiman.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani biawak secara mandiri, terutama jika ukurannya besar atau menunjukkan tanda agresif.
“Keselamatan warga yang utama. Jika menemukan biawak atau hewan liar lainnya, segera laporkan ke Disdamkartan agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki peralatan dan keahlian,” tegasnya.
Disdamkartan Bontang juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sisa makanan sembarangan yang dapat mengundang satwa liar datang ke permukiman.
“Kami berharap kerja sama masyarakat dalam menjaga lingkungan. Semakin bersih, maka kemungkinan hewan liar masuk ke pemukiman akan semakin kecil,” pungkas Amiluddin. (Adv)




