KAREBAKALTIM.com, BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang menorehkan kinerja tinggi dalam pelayanan kedaruratan sepanjang September 2025. Tercatat, sebanyak 69 kasus penyelamatan berhasil ditangani oleh petugas dalam berbagai bentuk kejadian, baik kebakaran maupun nonkebakaran.
Puluhan kasus tersebut meliputi evakuasi hewan berbahaya seperti ular, buaya, dan biawak, eksekusi sarang tawon, penanganan pohon tumbang, kendaraan bermasalah, hingga tindakan penyelamatan warga yang terkunci di dalam rumah, membuka pintu maupun rolling door, serta berbagai kejadian teknis lainnya.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan tingginya jumlah kasus yang ditangani menunjukkan pentingnya peran damkar dalam menjaga keselamatan masyarakat.
“Dalam satu bulan, kami menangani 69 kejadian. Ini bukan hanya kebakaran, tapi juga banyak kejadian rescue yang bersentuhan langsung dengan warga,” ujar Amiluddin, Jumat (24/10/2025).
Ia menjelaskan, tingkat kesulitan penanganan bervariasi, mulai dari kasus ringan hingga membutuhkan waktu lama dan peralatan khusus. Lama penanganan tercatat berkisar antara 5 menit hingga 3 jam 15 menit, tergantung kondisi di lapangan.
“Beberapa kejadian mudah ditangani, seperti membuka pintu terkunci. Tapi ada juga yang berat, seperti evakuasi hewan liar besar atau penanganan pohon tumbang di tengah permukiman,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran operasi, jumlah petugas yang dikerahkan pun menyesuaikan dengan skala kejadian. Mulai dari empat personel hingga maksimal 15 orang diterjunkan dalam satu penanganan.
Amiluddin menambahkan, tingginya aktivitas penyelamatan juga menandakan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan Disdamkartan. Warga kini tidak ragu lagi menghubungi damkar untuk berbagai kondisi darurat.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa damkar bukan hanya pemadam api, tetapi juga mitra utama dalam keselamatan,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak menangani sendiri kejadian berbahaya, terutama yang berkaitan dengan hewan liar dan potensi kecelakaan. “Kalau ada ular, sarang tawon, atau kondisi berbahaya lainnya, segera laporkan. Jangan bertindak sendiri karena risikonya besar,” tegasnya.
Disdamkartan Bontang memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga sepanjang waktu, termasuk kesiapan armada, personel, dan perlengkapan rescue. “Kami siaga 24 jam. Keselamatan warga adalah prioritas kami,” tutup Amiluddin.
Dengan torehan tersebut, Disdamkartan Bontang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi terciptanya rasa aman di tengah masyarakat



