KAREBAKALTIM.com, Bontang – Kanker payudara masih menjadi penyakit dengan kasus terbanyak yang ditangani dokter subspesialis onkologi di RSUD Taman Husada Bontang. Di tengah tingginya temuan kasus tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda awal kanker payudara agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Dokter Subspesialis Bedah Onkologi RSUD Bontang, dr. Johan Gomar Gama, Sp.B (K) Onk, menyampaikan bahwa kanker payudara dapat dikenali melalui beberapa gejala khas yang sering muncul sebelum penyakit berkembang lebih jauh. Sayangnya, banyak pasien datang setelah gejala tampak jelas dan kanker memasuki stadium lanjut.
“Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain muncul benjolan di payudara, perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap, serta permukaan kulit yang tampak mengerut seperti kulit jeruk,” ucapnya, Jumat (14/11/2025)
Selain itu, perubahan pada puting juga menjadi indikator penting. Puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam atau mengeluarkan cairan tidak normal dapat menjadi tanda terjadinya gangguan pada jaringan payudara. Benjolan di area ketiak juga harus diperhatikan karena bisa berhubungan dengan penyebaran ke kelenjar getah bening.
“Jika muncul tanda-tanda seperti itu, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini sangat membantu meningkatkan peluang keberhasilan terapi,” tegasnya.
dr. Johan turut mengingatkan bahwa faktor hormon, genetik, dan pola makan turut memengaruhi risiko seseorang mengalami kanker payudara. Meski demikian, kewaspadaan terhadap gejala awal tetap menjadi kunci utama dalam memutus keterlambatan penanganan.
Kanker payudara umumnya menyerang perempuan usia 40 tahun ke atas, namun risiko bisa muncul lebih cepat, bahkan sejak usia 35 tahun dan pada individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Ia pun kembali menekankan pentingnya mengenali gejala dan tidak menunda pemeriksaan. “Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan. Masyarakat harus lebih peduli terhadap perubahan pada tubuh,” pungkasnya.



