Urban Farming: Strategi Pemenuhan Pangan dalam Ruang Terbatas Perkotaan

dkp3 bontang
Pemanfaatan ruang vertikal dalam metode urban farming di Kota Bontang. (Ist)

KAREBAKALTIM.com – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus melakukan upaya untuk pengembangan dan penguatan ketahanan pangan di Kota Bontang.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah maksimalkan potensi pertanian di masyarakat melalui urban farming.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang Edy Forestwanto mengatakan, Bontang yang merupakan kota industri dengan lahan pertanian yang terbatas, urban farming hadir menjadi solusi dalam ketahanan pangan.

Sebagai daerah dengan lahan pertanian yang sangat minim, butuh sebuah terobosan dan inovasi pengembangan potensi secara mandiri oleh masyarakat dengan pemanfaatan lingkungan tempat tinggal secara efisien dalam mendukung terpenuhinya kebutuhan pangan keluarga.

“Urban farming diharap secara perlahan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan di masyarakat, karena banyak bahan pokok yang bisa ditanam secara mandiri,” kata Edy.

Program urban farming juga kata dia dapat menjadi salah satu peluang ekonomi bagi masyarakat. “Ini berpotensi dikembangkan untuk penguatan ekonomi masyarakat agar mampu mandiri dari sektor usaha yang dikelola,” lanjut Edy.

Dia berharap, kedepan urban farming ini dapat berkembang. Program urban farming ini juga telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Semoga ke depan urban farming ini bisa terus dikembangkan, sehingga bisa mendorong kemandirian pangan dan kecukupan gizi melalui makanan sehat bagi keluarga,” kata Edy. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini