KAREBAKALTIM.com, Bontang – Malam yang tenang di Kota Bontang mendadak sibuk bagi Tim Rescue Regu Charlie Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan). Dalam satu malam, Rabu (5/11/2025), tim ini harus melakukan dua kali aksi penanganan sarang tawon di lokasi berbeda yang meresahkan warga.
Kegiatan pertama berlangsung di Jalan Ahmad Yani RT 03, Kelurahan Api-Api, setelah seorang warga bernama Kadir melaporkan keberadaan sarang tawon berukuran besar yang menggantung di pohon belakang rumahnya. Keberadaan sarang tersebut sudah cukup lama dikeluhkan warga karena sering terlihat tawon berterbangan di sekitar pemukiman.
Tanpa menunggu lama, Tim Rescue Charlie langsung dikerahkan ke lokasi sekitar pukul 20.40 Wita. Dengan perlengkapan lengkap dan metode pembakaran terkontrol, petugas berhasil mengeksekusi sarang tersebut tanpa menimbulkan risiko bagi warga sekitar.
Namun, belum sempat beristirahat, laporan serupa kembali masuk. Kali ini dari Jalan MT Haryono Gang Tenis RT 31, dilaporkan oleh warga bernama Stenly. Sarang tawon ditemukan menempel di bagian plafon rumah dan membuat resah, terutama karena banyak anak-anak bermain di area tersebut.
Tim kembali bergerak cepat dan memusnahkan sarang menggunakan cairan pestisida khusus, memastikan tidak ada tawon tersisa di area rumah warga. Kepala Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan Kota Bontang, Sarkani mengatakan bahwa penanganan sarang tawon menjadi bagian dari tugas rutin non-kebakaran yang sering dilakukan pihaknya.
“Kami tidak hanya menangani api, tapi juga berbagai potensi ancaman bagi keselamatan masyarakat, termasuk hewan berbahaya seperti tawon. Meski dilakukan malam hari, tim selalu siap bergerak cepat,” jelas Sarkani.
Ia menambahkan, seluruh proses penanganan malam itu melibatkan delapan personel, termasuk petugas rescue, medis, dan staf pendukung. Berkat kerja sama dan koordinasi yang baik, kedua lokasi berhasil ditangani dengan aman dan terkendali.
Disdamkartan Bontang juga mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan sarang tawon di sekitar rumah. “Jangan mencoba menanganinya sendiri, karena risiko sengatan bisa fatal,” tutup Sarkani.(ADV)




