Tangani Stunting, DKP3 Bontang Fokus Siapkan Cadangan Pangan

KAREBAKALTIM.com – Angka stunting pada balita dengan kondisi kekurangan gizi di Kota Bontang, Kalimantan Timur, mencapai 19,6 persen atau setara dengan 1.099 anak (data BPS 2021).

Angka tertinggi berada di Kelurahan Lok Tuan sebanyak 198 anak.

Kondisi itu membuat pemerintah kembali mengagendakan Rembuk Stunting demi menyelamatkan calon generasi penerus Bontang.

Dalam pertemuan yang digelar di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Kamis (25/8/2022), mulai dari pemerintah di tingkat kecamatan sampai dinas, bakal saling sharing ihwal strategi pemerintah dalam menurunkan angka stunting.

Dalam sambutannya, mewakili Wali Kota Bontang Basri Rase, Tenaga Ahli Pemkot Bontang Sigit Alfian, menyatakan dalam program ini yang menjadi kunci ialah lurah di tiga kecamatan.

“Ujung tombak dari program Stunting ini lurah, dengan pengawalan dari Dinkes dan Dinsos,” kata Sigit dalam sambutannya.

Dalam pengertian ideal, stunting dapat diartikan sebagai kondisi gagal tumbuh balita akibat kekurangan gizi kronis dalam 100 hari pertama kehidupan (HPK).

Dengan tingginya angka stunting Bontang, kata Sigit, perlu gerak kolaborasi antar semua lini. Baik dari pihak kelurahan, PKK, sampai dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perkimtan, Dissos-PM, Diknas, dan DKP3.

Ada empat strategi pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Pertama, penguatan akses dan mutu kesehatan secara merata. Kedua, peningkatan ketahanan dan kemanan pangan masyarakat. Ketiga, menguatkan pemberdayaan, pembinaan perempuan dan anak. Dan keempat, penataan kawasan layak huni.

“Jadi rembuk ini bertujuan agar seluruh aparat yang berperan bisa bersinergi,” tegas dia.

Menindak lanjuti hal itu, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang saat ini tengah menjalankan beberapa program yang mendukung pengentasan stunting.

Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Idhamsyah mengatakan saat telah ada beberapa program yang sedang berjalan dalam pengentasan stunting. Salah satunya adalah mempersiapkan cadangan pangan pemerintah (CPP). Program ini kata dia, bekerjasama dengan Bulog dalam menyimpan cadangan pangan terutama beras.

“Ini nanti akan dikeluarkan untuk mengatasi stunting,” katanya Idhamsyah.

Selain CPP, Idhamsyah juga mengungkapkan ada program pekarangan pangan lestari (P2PL) yang saat ini telah berjalan. Melalui P2PL, DKP3 mendorong masyarakat untuk terlibat dalam penanganan stunting, dengan menanam tanaman pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Dengan program ini, dia berharap dapat memenuhi kebutuhan pangan. “Ada juga berupa pembinaan dan bimtek terhadap masyarakat,” imbuhnya. (*/Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini