KAREBAKALTIM.com, Palopo — Ribuan warga dari sejumlah daerah di kawasan Luwu Raya, Sulawesi Selatan, menggelar aksi unjuk rasa serentak Jumat (23/1). Massa menuntut pemekaran wilayah dan percepatan pembentukan Provinsi Luwu Raya, termasuk pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di tingkat kabupaten.
Aksi berlangsung di beberapa titik strategis, antara lain di Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Di sejumlah lokasi, massa sempat melakukan penutupan jalan utama, termasuk ruas Trans Sulawesi. Hal mana menyebabkan arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi warga terganggu.
Demonstrasi tersebut juga bersamaan peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu. Demonstran hanya mengizinkan mobil ambulans untuk melintasi jalan tersebut.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa tuntutan pemekaran wilayah bukan isu baru, melainkan aspirasi lama masyarakat Luwu Raya yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menurut mereka, luas wilayah, jarak pelayanan pemerintahan, serta potensi sumber daya alam menjadi alasan utama perlunya pembentukan provinsi baru.
Pemekaran diperlukan agar pelayanan publik lebih dekat, pembangunan lebih merata, dan potensi daerah bisa dikelola maksimal,” demikian isi pernyataan sikap yang dibacakan dalam aksi tersebut.
Selain menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya, massa juga menyoroti lambannya kebijakan pemerintah pusat terkait pemekaran daerah otonomi baru (DOB). Mereka menilai moratorium DOB yang berlangsung bertahun-tahun berdampak pada stagnasi pembangunan di daerah.
Isu pemekaran ini juga dikaitkan dengan kecenderungan kebijakan pemerintahan nasional yang dinilai kembali bersifat sentralistis, berbanding terbalik dengan semangat desentralisasi dan otonomi daerah pasca-reformasi.
Aksi berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian dan TNI. Meski demikian, sempat terjdi kemacetan panjang hingga beberapa kilometer. Mereka menuntut Presiden Prabowo, Kemendagri, dan Gubernur Sulsel untuk menyegerakan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
“Untuk kemacetan sendiri mungkin kurang lebih 3 kilometer, tapi demonstrasinya aman terkendali,” kata Kanit Laka Polres Palopo, Ipda Najamuddin seperti dimuat detikSulsel. (int/bs)



