Peternak Sapi Dibekali Pelatihan Produksi Pakan Alternatif

DKP3 Bontang
Pelatihan pembuatan Pakan Alternatif oleh DKP3 Bontang bagi peternak lokal. (Dok. Karebakaltim)

KAREBAKALTIM.com – Pelaku usaha ternak sapi dan kerbau di Kota Bontang mendapat pelatihan pembuatan pakan alternatif. Langkah ini merupakan program Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang untuk mengantisipasi kekurangan pakan segar.

Kepala Bidang Pertanian DKP3 Kota Bontang, Debora Kristiani mengatakan, sebanyak 40 orang yang berasal dari kelompok tani ternak (KTT) yang telah dibina menjadi peserta.

Tujuannya, agar para peternak tidak lagi kesusahan mencari pakan untuk ternak mereka. Kata Debora, pakan ternak hijau atau yang segar akan semakin sulit didapatkan jika hewan ternak telah berkembang.

Sebab, pakan hijau hanya mampu bertahan beberapa hari saja sehingga butuh alternatif agar pakan yang sudah kering tetap digunakan.

“Mereka diajarkan cara membuat pakan alternatif kering ini,” kata Debora, Kamis (25/8/2022).

Selain keterbatasan lahan, cuaca juga menjadi pengaruh terhadap ketersediaan lahan. Di daerah seperti di Indonesia yang terdapat dua musim, musim hujan dan musim kemarau, menjadi perhatian penting bagi peternak yang memelihara ternak seperti sapi, kambing dan kerbau.

Rumput hijau menjadi sangat terbatas sangat kemarau. Sementara saat penghujan, hijauan (rumput) yang menjadi makanan pokok ternak justru sangat melimpah. Maka perlu strategi untuk mensiasati kondisi tersebut.

Namun menyiapkan pakan ternak tidak semudah penjelasan di atas. Pakan hijauan yang disimpan harus memiliki nilai gizi atau tidak mengalami pengurangan protein. Baik saat disimpan selama 1-2 bulan bahkan 6 bulan hingga 1 tahun.

Untuk itu, para peternak diperkenalkan dengan salahsatu teknologi pakan alternatif seperti fermentasi.

Debora mengatakan, para peternak tersebut dibekali cara membuat permen sapi. Permen sapi ini kata dia dapat menjadi obat untuk pencernaan sapi.

“Ini mengantisipasi untuk keterbatasan pakan hijau, dengan pakan kering hasil fermentasi,” jelasnya. (*/Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini