KAREBAKALTIM.com, RANTAU PULUNG – Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan jajaran perangkat daerahnya menghadiri sekaligus membuka Pesta Rakyat Pertanian Berkelanjutan tahun 2023 di Alun-alun Desa Pulung Sari Kecamatan Rantau Pulung, Selasa (23//5/2023).
Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul), Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim dengan PT Pupuk Kaltim ini digelar untuk memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait program yang dicanangkan oleh pemerintah daerah saat ini, khusunya di bidang pertanian.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah mengaku bersyukur kondisi pertumbuhan perekonomian di Indonesia termasuk di Kutim cukup stabil. Bahkan cenderung meningkat di tengah pergolakan ekonomi yang terjadi di beberapa negara saat ini.
“Berdasarkan laporan dari pemerintah pusat, pertumbuhan ekonomi kita di angka 5,3 persen berbeda jauh dengan beberapa tahun yang lalu bahkan sebelum pandemi (Covid-19) lalu, sebesar 3 persen, bahkan angka inflasi kita juga stabil di angka 4 sampai 5 persen,” ujarnya di hadapan Ketua DPRD Kutim H Joni, beberapa Kepala Perangkar Daerah (PD) Camat Ranpul Tritianingsih, perwakilan PT PKT Joko Trisilo serta undangan yang hadir.
Keberhasilan tersebut, sambung Ardiansyah, tidak terlepas dari kontribusi dari sektor ekonomi kerakyatan yang terus bergerak untuk menekan angka inflasi. Hal itu terlihat saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu melanda hampir seluruh dunia. Dan ppara pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap bisa bertahan di tengah gejolak ekonomi dunia.
“Karena salah satu penyumbang inflasi itu, kalau perputaran uang di masyarakat sulit terjadi. Sehingga kalau ingin perekonomian itu terus bergerak, maka kita (pemerintah) akan memfasilitasi kegiatan ekonomi kerakyatan, salah satu diantaranya dengan kegiatan semacam ini,” ujarnya,
Camat Ranpul Triatiningsih mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil diskusi dan masukan masyarakat. Yakni untuk membuat program yang bisa membantu para petani, terkait informasi tentang pertanian dan daya dukung lainya, gunameningkatkan produktifitas pertanian. Dimana sektor pertanian menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat di Kecamatan Ranpul.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan UPT P4, termasuk menggandeng Bumdes agar terus bangun dan berkembang. Termasuk menciptakan kemandirian desa yang ada di Ranpul, agar tidak tergantung dengan bantuan pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya. (ADV/DiskominfoKutim)



